Pemerintah Dukung Pindad Kembangkan Pabrik Amunisi di Seluruh Indonesia

Kementerian Pertahanan Indonesia mendukung BUMN pertahanan PT Pindad untuk memperluas pabrik amunisinya ke berbagai daerah di tanah air.

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, ke depannya pabrik amunisi PT Pindad direncanakan akan dibangun di pulaupulau besar lainnya. Tujuannya supaya logistik pertahanan tidak hanya terpusat di satu wilayah saja.

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Senin, Sirait menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan supaya pabrik bisa memproduksi dan mendistribusikan logistik amunisi secara cepat ke satuan militer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan begitu, keberadaan pabrik juga akan langsung mendukung tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara di berbagai daerah.

Selain untuk pertahanan, pembangunan pabrik amunisi juga diharapkan bisa memperkuat kemandirian PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam negeri.

Rencana itu juga memungkinkan PT Pindad untuk memaksimalkan perannya sebagai produsen amunisi utama bagi TNI.

“Secara strategis, pengembangan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi amunisi nasional dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri,” kata Sirait.

Ia menambahkan bahwa pabrik amunisi sudah dibangun di beberapa daerah, seperti di Papua Selatan, dan fasilitas terbaru sedang dibangun di Batulicin, Kalimantan Selatan. PT Pindad akan menggunakan lahan sekitar 30 hektar untuk pabrik amunisi di Batulicin.

“Pemilihan Batulicin didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis dan strategis, seperti ketersediaan lahan, akses regional, potensi dukungan infrastruktur, serta posisi strategis Kalimantan Selatan dalam memperkuat industri pertahanan nasional,” jelas Sirait.

Dengan pengembangan pabrik ini, Sirait optimis bahwa industri pertahanan dalam negeri Indonesia akan semakin mandiri dan mampu mendukung kemampuan pertahanan negara.

MEMBACA  Rencana BGN untuk menyediakan makanan MBG bungkus untuk Ramadan

Tinggalkan komentar