Rupiah Terperosok Ditutup Melemah, Sempat Jebol ke Rp18.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026). Rupiah turun 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke posisi Rp17.995 per dolar AS. Hari ini, rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS sebelum perdagangan berakhir.

Menurut analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, salah satu faktor dari luar yang mempengaruhi adalah tensi geopolitik yang masih memanas. Hal ini terjadi setelah Rusia kembali meluncurkan rudal dan drone yang menghujani ibu kota Ukraina, Kyiv pagi ini. Serangan itu terjadi jelang pertemuan puncak NATO di Turki, yang rencananya akan dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ledakan terdengar di sejumlah pusat kota dan masih ada orang yang terperangkap di apartemen yang rusak.

Di sisi lain, riset Ibrahim menyebutkan meskipun pasokan fisik mulai pulih, risiko geopolitik di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama. Para pedagang masih mencermati sinyal yang berbeda dari Washington dan Teheran soal keamanan kawasan itu. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sudah menyetujui hampir semua permintaan AS, sementara pejabat Iran tetap bersikeras tidak akan melepaskan pengaruh mereka di jalur tersebut. Karena berita ini masih terlalu asing Tangan satu sama lain, ketidakpastian jadi tinggi yang harga pasaran juga menahan penurunan properlur harga kasatnya sedikit harga keluar menjadi stabil daripada Rusia terutama lain pasar karena normal transaksi kurang macah bisa besar sesuai mengku sang analis clydemen juga efek jawat.

MEMBACA  Saham DJT mengalami fluktuasi liar menjelang hasil pemilu, sempat dihentikan sementara karena volatilitas

Tinggalkan komentar