Prosesi pemakaman almarhum Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah dimulai di Teheran seiring otoritas bersiap menghadapi massa yang berpotensi menyamai jumlah pelayat untuk pendahulunya hampir empat dekade lalu.
Setelah selama dua hari terbaring di kompleks keagamaan Masjid Raya Mosalla, jenazah Khamenei yang tewas pada hari pertama perang Amerika-Israel melawan Iran mulai diarak pada Senin melintasi ibu kota, diiringi kerumunan besar pelayat, menurut laporan penyiar negara IRIB.
Otoritas berharap dapat menghindari kekacauan seperti yang terjadi pada pemakaman Ruhollah Khomeini pada tahun 1989, pendahulu Khamenei, yang dihadiri sekitar 10 juta orang, lapor kantor berita resmi IRNA.
Saat pemakaman Khomeini, dorongan massa menyebabkan lebih dari 10 orang tewas dan lebih dari 10.000 lainnya luka-luka.
Ribuan orang memenuhi Masjid Raya Mosalla pada Minggu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei dan empat anggota keluarganya yang tewas bersamanya pada 28 Februari akibat serangan udara ke kantornya di Teheran.
Prosesi Senin ini akan diikuti oleh acara serupa di pusat ulama Qom pada Selasa, lalu di kota suci Najaf dan Karbala di Irak pada Rabu, kemudian puncaknya penguburan Khamenei di kampung halamannya di Masyhad, Iran timur laut, pada Kamis.