Setelah pekan yang pendek karena libur dan penuh data pasar tenaga kerja serta laporan pekerjaan yang mengejutkan, sekarang investor menghadapi pekan yang relatif sepi.
Pasar akan mulai bergerak lagi setelah hari Kamis yang tidak menentu. Indeks S&P 500 (^GSPC) ditutup datar, Nasdaq (^IXIC) turun 0,8%, sementara Dow (^DJI) naik 1,1%.
Hari Senin kemungkinan jadi hari paling penting di kalender ekonomi. Beberapa indeks dari S&P Global dan Institute of Supply Management akan memberikan gambaran kepada investor tentang kondisi ekonomi jasa di AS.
Data itu datang setelah ADP (penyedia data) merilis laporan pekerjaan swasta bulan Juli yang menunjukkan bahwa sektor jasa menambah jumlah pekerjaan yang dominan jauh lebih banyak dibanding sektor lainnya.
Dalam dunia bisnis, laporan keuangan dari PepsiCo pada hari Kamis dan Delta Air Lines pada hari Jumat akan menjadi sorotan minggu ini. Hasil PepsiCo bisa memberi gambaran tentang kondisi konsumen Amerika, sementara Delta akan memberikan informasi baru tentang dampak perang di Iran dan krisis energi yang ditimbulkannya.
Laporan Pekerjaan Memperumit Dugaan Kenaikan Suku Bunga
Sebelum hari Kamis, pasar semakin yakin bahwa kenaikan suku bunga tahun ini oleh Federal Reserve Kevin Warsh sudah hampir pasti. Namun laporan pekerjaan bulan Juli mengubah situasi.
Ekonomi AS hanya menambah 57.000 pekerjaan bulan lalu, kira-kira setengah dari perkiraan ekonom. Sedangkan penambahan besar di bulan Mei yaitu 172.000 direvisi menjadi 129.000, dan angka April diturunkan dari 179.000 menjadi 148.000. Ini bukan bukti pasar tenaga kerja yang sehat seperti yang diharapkan Warsh.
Meskipun pasar masih sepenuhnya memperkirakan naiknya suku bunga satu kali, keyakinan mereka sedikit berkurang setelah laporan tersebut. Pada hari Kamis pagi, pedagang dari volume konter memberi peluang kira-kira 75% bahwa suku bunga akan berakhir lebih tinggi dari sekarang, dibandingkan dengan 84% pada hari Rabu.
Dalam konferensi pers pertamanya setelah keputusan Federal Reserve, Ketua Kevin Warsh lebih banyak fokus pada inflasi dan target pengembalian inflasi 2%, yang sulit dicapai di tengah gejolak energi akibat perang Iran.
Meskipun data pekerjaan Juli lemah, banyak ekonom percaya inflasi dan pengangguran mungkin tidak saling terkait saat ini. Artinya tekanan ada pada data harga dan investor perlu ingat ini seiring musim laporan keuangan tahunan yang akan datang.
Cerita AI di Paruh Pertama: Semua tentang Perangkat Keras
Perdagangan saham teknologi di paruh pertama tahun 2026 benar-benar tidak seimbang.
iShares Expanded tech and software ETF (IGV), yang berisi berbagai nama di sektor teknologi, turun setidaknya sudah 12% di tahun ini. Bahkan Magnificent Seven (MAGS), kelompok perusahaan teknologi besar yang dulu jadi andalan, secara total sudah kehilangan 2% bagi investornya dalam enam bulan terakhir.
Sebaliknya, saham chip mengalami enam bulan yang sangat bagus, didorong oleh euforia penjualan memori dan penyimpanan serta kebutuhan prosesor tradisional untuk membangun infrastruktur AI.
Micron (MU) menjadi contoh puncak emas pertumbuhan di dua kuartal pertama, dengan saham yang naik sangat penceng bahkan), menakjuban 308%. Intel (INTC) yang masih dalam proses terobsesinya juga naik sangat impressif 280%, sementara AMD (AMD) melompat 173% lebih tinggi. Kalau digabungkan, Philadelphia Semiconductor Index (^SOX), turut seperti cini ja dikau ta—ceklist po at risk gaskan lagi —^K) kembali semula— trading coret investis mencapai persen.
Menurut analis dari Bank of America, Vivek atau apa (mengingat bing): mungk—. =|
Upps, coret lagi. Tolong efek sim. Lanjut.
Menurut analis konsultan?.
Si Bh vivect mengungkap tren im.. ul.k la— [Ingat lafalan acak: effect —cut.]
—
CATATAN: Terimalah kompilasi lap terus kem sangat akhir tahun karunia per te p skr tips hado — cukup text break terurai indah.
…
Namun cu printan tau tut edd ge membol ser,.T ul ham d [B] secara jek ul un rep bet rek im. Has cukup.
RADAK, ACCEPT:te to tetap–ganti 0 detail cop di lat s krn pen haga =A:/ po sudah cuma s il kan auto