Midjourney Dorong Studio Bongkar Praktek AI Sendiri dalam Pertarungan Hak Cipta

Midjourney sekarang berbalik menyerang studio film Hollywood yang menuntutnya. Mereka meminta hakim federal untuk memaksa Disney, Universal, dan Warner Bros. Discovery menunjukkan bagaimana mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara internal.

Masalah ini adalah babak terbaru dalam perang hak cipta yang dimulai bulan Juni 2025. Waktu itu, Disney dan Universal menuntut Midjourney. Mereka menuduh Midjourney membuat pelanggaran hak cipta besar-besaran terhadap karakter terkenal seperti Darth Vader dan Elsa. Gugatan asli menyebut Midjourney sebagai “lubang pencurian tanpa dasar.”

Warner Bros. Discovery ikut menuntut tiga bulan kemudian, bulan September 2025. Mereka menuduh Midjourney “mencuri dengan terang-terangan” karakter seperti Superman, Batman, dan Bugs Bunny. Warner meminta ganti rugi sebesar $150.000 untuk setiap karya yang dilanggar.

Setelah lebih dari satu tahun berperkara, Midjourney menggunakan pembelaan “penggunaan wajar” (fair use). Mereka bilang studio film juga melakukan praktik AI yang sama secara internal. Pengacara Midjourney, Bobby Ghajar, menulis bahwa bila studio “melakukan hal yang sama yang mereka hukum,” bukti itu penting untuk pembelaan Midjourney. Midjourney minta akses ke rencana bisnis AI studio, data pelatihan (training datasets), bobot model (model weights), dan presentasi AI dewan direksi.

Seorang hakim magistrat sudah menolak permintaan penyelidikan Midjourney yang lebih luas pada pertengahan Juni 2026. Hakim itu membatasi studio hanya wajib menunjukkan alat AI yang dipakai konsumen, bukan sistem internal. Midjourney kemudian meminta Hakim John Kronstadt untuk membatalkan keputusan itu.

Sementara itu, pengacara studio David Singer menyebut usaha Midjourney sebagai “mencari-cari kesalahan” agar lari dari tuduhan terhadapnya.

MEMBACA  Bitcoin Menyentuh Level di Bawah $85.000 Sejenak dalam Aksi Jual Panik Kripto

Tinggalkan komentar