Nigel Farage didapat menerima bantuan dana dari seorang narapidana penipuan sebelum ia terpilih menjadi anggota parlemen. Bantuan itu katanya melanggar aturan parlemen karena tidak dilaporkan. Hal itu diungkap oleh surat kabar Sunday Times.
Menurut laporan mereka, pemimpin Partai Reform UK itu tidak melaporkan bahwa pengeluaran untuk keamanan pribadinya, sopir, staf, dan tempat tinggalnya dibayar oleh George Cottrell. Cottrell sendiri adalah seorang terpidana kasus pencucian uang yang pernah dijatuhi hukuman penjara di Amerika Serikat pada tahun 2017.
Koran itu juga menyebut bahwa Cottrell merekrut dan menggaji tiga orang staf untuk mengelola media sosial Farage sebelum pemilu. Bahkan ia masih membiarkan Farage menggunakan sebuah rumah besar bertingkat lima yang disewanya di dekat Istana Buckingham.
Seorang juru bicara Farage membantah tuduhan itu. Mereka menyebut cerita tersebut tidak berdasar dan bernada menyudutkan. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada aturan parlemen yang dilanggar.
Anggota parlemen Partai Liberal Demokrat, Josh Babarinde, telah menulis surat kepada Komisioner Standar Parlemen untuk meminta penyelidikan. Katanya, dukungan yang nilainya besar itu membuat timbul pertanyaan serius apakah Farage telah mematuhi kode etik anggota parlemen. Ia juga menambahkan bahwa hal ini bukan satu-satunya masalah.
Sebelum pemilu, Farage adalah presiden kehormatan Reform dan aktif dalam politik nasional. Aturan mengharuskan anggota baru melaporkan bantuan apa pun yang nilainya lebih dari £300 atau sekitar $400 yang diterima dalam 12 bulan sebelum terpilih, jika berkaitan dengan kegiatan politik mereka. Jika ada keraguan soal niat pemberi, maka itu harus dilaporkan.
Saat ia terpilih pada tahun 2024, Farage hanya melaporkan satu bantuan dari George Cottrell, yaitu perjalanan ke konferensi konservatif di Belgia senilai sekitar £9.200.
Menurut Sunday Times, pihak pengacara Cottrell mengkonfirmasi bahwa ia telah merekrut staf di kantor pribadi Farage dan gaji mereka dibayar lewat bank. Pembayaran terakhir untuk pengamanan pribadi dilakukan pada awal tahun 2024.
Cottrell mengaku bersalah atas penipuan kawat setelah ia menawarkan diri untuk mencuci uang untuk penyamar federal AS dengan dalih pengedar narkoba. Ia menjalani hukuman 8 bulan penjara dan kini sedang mengajukan pengampunan dari Presiden AS Donald Trump.
Sebelum tuduhan itu, Farage sebenarnya sudah diselidiki komisioner standar parlementer karena menerima ¥5 juta dari seoran miliarder cryptocurrency untuk mendanai keamanannya.