Menteri Peringatkan Spam Judi Online yang Didorong AI

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa pelaku judi online memantau aktivitas media sosial secara langsung sebelum mengirim komentar spam.

“Berdasarkan laporan ke Kementerian, operasi spam ini dilakukan melalui sistem yang bisa memantau langsung aktivitas media sosial,” kata Meutya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa.

Pelaku melihat media sosial sampai mendeteksi lonjakan interaksi di suatu akun. Saat itu terjadi, mereka langsung mengirim komentar promosi ke akun tersebut.

Menurut Meutya, pelaku bisa mengirim hingga ribuan komemen secara otomatis menggunakan akun yang dijalankan mesin atau bot.

Ia mengatakan pola serangan yang semakin terorganisir dan pemakaian teknologi ini menunjukkan bahwa penanganan spam judi online tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Karena itu, kerja sama lintas instansi dan dukungan dari perusahaan platform digital sangat diperlukan untuk memperkuat pencegahan dan penindakan.

“Untuk masalah ini perlu kerja sama, bukan hanya dari pemerintah. Tapi juga sektor swasta, dalam hal ini platform, untuk menangani masalah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan komentar spam berisi promosi judol paling sering ditemukan di akun media sosial para influencer daerah yang punya keterlibatan tinggi.

“Target utama sudah bergeser. Distribusi target menunjukkan akun yang paling sering kena spam adalah akun dengan interaksi tinggi,” kata Meutya.

Ia menjelaskan 52 persen komentar spam judi online ada di akun influencer daerah, 31 persen di akun instansi pemerintah, 12 persen di akun media massa, dan lima persen di akun tokoh masyarakat dan politisi.

MEMBACA  Saham Palantir Anjlok, Melanjutkan Penurunan 4 Hari Beruntun Akibat Potongan Anggaran Pentagon yang Dilaporkan

Tinggalkan komentar