Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan dengan Dukungan Pupuk dan Sektor Pertanian

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ikut membagikan bantuan pertanian untuk petani di Sulawesi Tengah. Ia secara simbolis memberikan 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea.

“Bantuan pupuk ini adalah bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah,” kata Zulkifli saat berkumpul dengan petani di Kabupaten Sigi, Sabtu.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan para pejabat untuk lebih serius dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Caranya dengan memastikan semua program strategis di bidang pertanian dan ketahanan pangan berjalan maksimal.

Menurut Zulkifli, perintah itu sudah diterjemahkan dalam berbagai kebijakan untuk petani. Yang paling penting adalah pemotongan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, pembangunan pabrik pupuk baru, dan jaminan stok pupuk sebelum musim tanam.

“Kami sudah pastikan pupuk tersedia dalam jumlah cukup sebelum masa tanam, dan harganya sudah diskon sekitar 20 persen. Ini bukan dari laporan pemerintah, tetapi langsung dari pengakuan petani,” ujarnya.

Menteri itu lalu menyoroti keberhasilan Indonesia menjaga stok pupuk yang cukup untuk petani di seluruh negeri, meskipun pasokan global terganggu karena konflik.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga gabah yang baik bagi petani dengan menetapkan harga minimum Rp6.500 per kilogram.

Langkah-langkah ini berhasil menaikkan Nilai Tukar Petani dari 116 menjadi 127, kata Zulkifli. Ini menunjukkan tingkat kesejahteraan petani padi dan jagung meningkat.

Selain itu, dia menyebut rencana untuk memperluas swasembada pangan nasional. Targetnya bukan hanya beras, tetapi juga protein hewani dengan mengembangkan sektor perikanan.

Untuk mencapai itu, pemerintah berencana membangun kawasan budidaya perikanan dengan sistem bioflok di 40.000 desa. Proyek ini akan melibatkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

MEMBACA  Persib Bandung Siap Menantang PSBS Biak di Laga Pembuka Liga 1 2024/2025

“Tujuan kami ke depan adalah membuat desa-desa swasembada pangan. Setelah beras cukup, kami akan fokus ke protein, untuk menjadikan Indonesia sebagai eksportir ikan terbesar di Asia,” kata Hasan.

Tinggalkan komentar