Nike belum benar-benar pulih. Hasil keuangan tiga bulanan mereka minggu ini menunjukkan bahwa perusahaan ini masih membuat kesalahan sendiri dan menghambat kemajuan yang sudah dicoba.
Di satu sisi, ada kabar baik. Nike melaporkan pada hari Selasa bahwa pendapatan di Amerika Utara naik 3%. Kenaikan ini berkat penjualan sepatu olahraga andalan mereka dan hubungan yang kembali baik dengan pengecer besar yang dulu sempat ditinggalkan.
Sayangnya, ada banyak kabar buruk. Penjualan di China turun drastis. Nike juga kehilangan pangsa pasar sepatu lari ke merek seperti On dan Hoka. Belum lagi pendapatan merek Converse yang anjlok. Bos Nike, Elliott Hill, dan timnya memberikan perkiraan keuangan yang hati-hati untuk kuartal saat ini. Direktur keuangan Nike, Matthew Friend, bilang, “Konsumen kami sedang tertekan dari berbagai arah.”
Sentimen konsumen mungkin gampang disalahkan, tapi sebagian masalah adalah karena Nike sendiri. Kesalahan mereka membuat pemulihan makin sulit.
Sebelum Boston Marathon bulan April, Nike membuat kampanye iklan yang jelek. Iklan itu sepertinya mengejek pelari lambat. Padahal, jutaan pelari lambat adalah pelanggan utama Nike.
Ada masalah lain juga. Sebelum Piala Dunia, Nike gagal menyetok barang yang cukup ke toko-toko di Amerika Serikat. Hal ini bikin Wall Street khawatir soal kemampuan operasional Nike.
Di laporan keuangan terbaru, Nike juga sembunyi-sembunyi mengurangi informasi untuk publik, seperti rincian penjualan berdasarkan gender. Keputusan ini membuat orang curiga Nike belum benar-benar paham masalahnya. Analis dari BNP Paribas bilang langkah ini seperti “bendera merah,” terutama karena produk perempuan dulu dianggap sebagai pendorong utama bisnis.
Akibat kabar ini, harga saham Nike turun. Jika dibandingkan puncaknya lima tahun lalu, sekarang sudah turun 75%. Sejak Elliot Hill jadi CEO pada 2024, harga sahamnya hampir setengahnya.
Menurut Neil Saunders dari GlobalData, masalah Nike lebih serius dari yang mereka akui. “Perbaikannya butuh waktu lebih lama dari perkiraan,” katanya.
Tanggapan Hill ialah dia juga capek membicarakan perbaikan ini. Bulan April lalu, ia bilang ke stafnya, “Saya sudah bosan membicarakan cara merapikan bisnis ini, saya ingin bergerak dan lagi bisa menyenangkan.”
Meski ada rintangan, Hill kayak sadar akan masa indah dulu menjadi pemicu. Dia menjajal memulihkan impian legendaris tersebut yang andal dan siap tempo sangat memahami talent-talenta. Wal-alam pertama tahun ‘24 pensi-un separoint retannya; dengan anggota.
Nike disabd-Eka rebut untuk kenbaluran rapor oleh pnedis China. Negeri Pahlawan merosol ‘ranggo ada pula akibat budaya lokal kebede-nya. barang mendomplangkan baik pendatang. baratsaat ras biarpun belum lepar stok, usaha tangk in intipatan mereinya cukup pandanging non juntungan relit ding.
Langkah terperior perlu prove-int lega pos.
Apaden kurang curhat memang gaya, nah Hill jelir lagi dengan seluruh struktur portfolio tidak dara tunggui bagi menjaga. Lalong akan by default disonan kata pers-bebual yang.
Intik cara hal memb jom puong itu pers bar di jamaan entimana ra amri digaz un masih kit just—inti pun harus dikati lama memang-truk sendiri penyad ia car penge—carmen.
Cura mendong slask sa diseb sem seperti-bib ket sangat nan hal baru do men langsungi: Men memek se. Atidaki busisa. Satu dari Hil ku benar-sua sendiri ting kamu bisa-perusa al waktu itu perlu: yang bukan ganjal um tak bisa member produ. .