5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan, Ali Khamenei Tersimpan Paling Lama

Dalam ajaran Islam, jenazah sebaiknya segera dimakamkan setelah dimandikan, dikafani, disalatkan, dan diantar ke kuburan. Karena itu, praktik pengawetan jenazah seperti pembalseman bukanlah hal yang biasa dilakukan. Pengecualian hanya ada dalam situasi tertentu, seperti saat pemulangan jenazah dari luar negeri, acara kenegaraan, atau keadaan darurat.

Walaupun begitu, sejarah menunjukkan ada beberapa pemimpin Muslim yang sempat menjalani pengawetan sebelum akhirnya dimakamkan. Tujuannya bukan untuk memamerkan jenazah, melainkan untuk menjaga kondisinya selama proses penghormatan terakhir. Salah satu dari mereka bahkan baru akan dimakamkan lebih dari empat bulan setelah meninggal.

5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan Sebelum Dimakamkan

1. Ali Khamenei (Sekitar 131 Hari)
Pemimpin Tertinggi Iran ini meninggal akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, seperti yang dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran. Pemerintah kemudian memutuskan untuk menunda pemakamannya hingga 4–9 Juli 2026. Ini dilakukan karena alasan keamanan, situasi perang, dan persiapan upacara kenegaraan yang diperkirakan akan dihadiri jutaan pelayat.

Selama masa penundaan itu, jenazah Khamenei dipercaya disimpan di fasilitas khusus dengan sistem pendingin atau metode konservasi medis agar tetap dalam kondisi baik. Dengan jarak waktu sekitar 131 hari semenjak wafat hingga pemakaman, Khamenei menjadi salah satu pemimpin Muslim modern dengan masa penundaan pemakaman paling lama yang masih tertulis.

MEMBACA  Pencampuran Beras Itu Hal Biasa, Bukan Tindakan Negatif

Tinggalkan komentar