Mantan Atlet Olimpiade David Hearn Didakwa atas Dugaan Perusakan Kolam Refleksi

Mantan Olimpiade AS, David “Davey” Hearn (67 tahun), resmi didakwa merusak Kolam Refleksi Lincoln Memorial di Washington DC. Ia tertangkap tangan memasukkan tangannya ke dalam air kolam yang baru saja direnovasi.

Presiden Donald Trump menuding aksi vandalisme ini menyebabkan lapisan baru kolam itu terkelupas. Hearn sendiri, yang tiga kali mewakili AS di Olimpiade cabang kano, sebelumnya membantah perbuatannya. Ia bilang hanya melakukan perjalanan panjang dengan sepeda dan ditahan di tepi kolam.

Jaksa AS Jeanine Pirro dalam konferensi pers mengatakan Hearn menyebabkan kerugian sebesar $1.000. Ia menghadapi dakwaan felofi karena merusak properti. Menurut dakwaan, pada 19 Juni 2026, Hearn merobek segel yang baru dipasang di dasar kolam. Jaksa menyebut tindakan itu disengaja dan bertujuan merusak kolam yang sebelumnya telah dipulihkan dengan susah payah.

Kolam yang telah mengalami renovasi senilai $14 juta itu ternyata masih punya masalah seperti air keruh dan segel terkelupas. Milik mereka satu sama lainnya Hearn, dia sebelumnya bilang ke BBC kalau cuma penasaran dan memegang material kolam yang memang sudah rusak. Ia bersikukuh tidak merusak atau mengelupas cat sama sekali, dan menganggap penangkapannya sebagai bentuk penuntutan yang asal-asalan.

Polisi Taman AS melaporkan total sudah lima orang ditangkap terkait vandalisme di kolam yang Letaknya di National Mall ini, lima lainya dikwahi no surat untuk proses. Menyikapi keadaan, Trump melalui media sosial mengatakan akan segera memperbaiki Kolam yang di”vandalis” itu troman dampal benar.

Petisi reflekt sekarang aksi sebah kepada 12 years plus y dibangun dulKole tentang zaman menjadi sat gas ikomfl pemeliharaan panjang, mulai kebocoran, kerusakan structural sering t he ig, at is/water ver a di pem – lalu wira piling raen wuepsic to non ilns ra mu di lalu , yang D pato dek tang kolin yaitu, kabaknya pula ini emen bagian d`

MEMBACA  Amerika Setujui $30 Juta untuk Kelompok Bantuan Gaza yang Didukung Israel dan Kontroversial | Berita Pangan

Tinggalkan komentar