Ketakutan akan Pembantaian Baru di el-Obeid, Sudan: Apa yang Kita Ketahui?

Dewan HAM PBB akan menggelar debat darurat pada hari Jumat ini soal krisis di el-Obeid, ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan. Kelompok-kelompok internasional khawatir kota itu akan segera mengalami bencana kemanusiaan karena Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terus memperketat pengepungan mereka.

Dengan drone menyerang daerah permukiman dan bala bantuan militer berdatangan di luar kota, banyak yang khawatir akan terjadi pembantaian massal oleh RSF, seperti yang sudah terlihat di kota el-Fasher.

Kota ini sangat penting dalam perang saudara yang melelahkan di Sudan, antara militer pemerintah dan milisi RSF. El-Obeid adalah gerbang utama yang menghubungkan Khartoum, ibu kota Sudan yang berjarak 550 kilometer, dengan wilayah Darfur yang luas.

Di sana juga ada markas Divisi Infanteri ke-5 tentara Sudan, sebuah pangkalan udara, pipa minyak besar, dan pasar getah arab. Sekitar 500.000 juta penduduk tinggal di kota ini, ditambah hampir 100.000 pengungsi dari Darfur.

Seorang peneliti urusan Sudan, Kholood Khair, mengatakan perebutan el-Obeid soal “kekuasaan, lahan, dan uang”. Akibat pengepungan, harga makanan melonjak hingga 300 persen dan orang tidak mampu membeli atau keluar dari kota menuju tempat yang aman.

RSF kini semakin gencar menyerang infrastruktur sipil. Dalam satu insiden, delapan siswa terluka ketika pecahan drone masuk ke kelas mereka saat belajar.

Serangan juga membuat aliran listrik dan air bersih lumpuh. Warga seperti Aqsam Mohammed, seorang ibu dengan tujuh anak, terpaksa berjalan jauh -jauh untuk mendapatkan air keruh yang tak layak minum. Seorang pengamat militer melaporkan kendaraan RSF sudah terlihat di 60 kilometer timur, selatan, dan baratel-Obeid.

Mohamed Rifaat dari Organisasi Internasional untuk Migrasi memperingatkan kota ini sudah mendekati pengepungan total. Dalam waktu dekat,warga “tak akan bisa keluar atau kembali dengan selamat”. Ia takut kondisi di sana akan sama dengan el-Fasher, yang dalam tiga hari pertama jatuh, PBB memperkirakan lebih dari 6.000 penduduk tewas.

MEMBACA  Ramalan Zodiak untuk Kamis, 23 Oktober 2023Virgo, bersiaplah untuk menerima rezeki yang berlimpah!

Kemarin Organisasi Amnesty International juga menuduh RSF melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis di pembantaian el-Fasher.

Sebanyak 46 kelompok dari Sudan, organisasi regional, dan lembaga internasioal sudah mengeluarkan seruan darurat, meminta gencatan senjata kusus tanpa syarat dan memperingatkanan segala sesuatu yang mengerikan.

Dewan HAM PBB akan menggelar debat pada hari Junat seperti yang sudah dijadwal. Sejumlah negara dari Inggris, Jerman, Irlandia, Belanda, dan Norwegia secara resmi meminamin sidag itu untuk menegak-wanti bahwa kurang lebih negara itu sudah menarik tim: MPS UK ke pengebaman, hingga Kabut akhir alentera lang penyala men hingga di ne Karibia.

Namun upaya tarik politik masih buntu, Kementrian Luar Nesgeri Sudan baru membalas US sanya pada media mendekati akper Jan: Mei 3 telah mas Ka US mentorial re B memb yai–pend pada jaan – mereka – pada Dek 5

Tinggalkan komentar