Indonesia dan Australia Dorong Kerja Sama Lebih Kuat di Bidang Pangan dan Infrastruktur

Indonesia sedang mencari cara untuk memperkuat kerja sama dengan Australia di bidang pangan dan infrastruktur melalui acara Indonesia-Australia Business Summit (IABS) untuk Indonesia Updates 2026. Tujuan acara ini adalah memperdalam kemitraan ekonomi antara kedua negara.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi (BKPM), Todotua Pasaribu, mengatakan dalam pernyataan di Jakarta pada Kamis lalu bahwa pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat investasi sebagai pendorong utama pertumbuhan nasional.

Pasaribu menambahkan, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen melalui agenda Asta Cita yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Agenda ini fokus pada ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pembangunan industri hilir.

Berdialog dalam forum yang diadakan di Sydney, Australia, pada Selasa, 30 Januari lalu, Pasaribu menyatakan pemerintah bercita-cita merealisasikan investasi sebesar Rp3.414 triliun (sekitar US$189,6 miliar) pada 2029 dan menawarkan peluang investasi di berbagai sektor prioritas.

Beberapa sektor prioritas tersebut meliputi energi terbarukan, industri hilir, ketahanan pangan, semikonduktor, manufaktur berorientasi ekspor, kesehatan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pendidikan, serta ekonomi digital.

Pasaribu menjelaskan, “Indonesia dan Australia kini berada di waktu yang tepat untuk memperkuat kemitraan investasi. Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang semakin matang.”

Pemerintah Indonesia juga terus memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan izin, pemberian insentif fiskal dan non-fiskal, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.

Karena itu, Pasaribu mengajak para investor Australia, terutama yang tertarik dengan proyek-proyek yang memperkuat infrastruktur dan ketahanan pangan.

Kami mengundang investor Australia untuk menjadi bagian dari babak pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya melalui investasi di bidang industri hilir, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi hijau,” ujar Pasaribu.

MEMBACA  PSI Mencapai 9,13%, Masuk ke Lima Besar di Jakarta

Dalam acara yang sama, Kamar Dagang dan Industri Australia (ACCI) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama perdagangan, investasi, dan hubungan bisnis.

Tinggalkan komentar