Rabu, 1 Juli 2026 – 23:10 WIB
Jakarta, VIVA – Panas matahari tidak hanya bahaya untuk kulit, tapi juga bisa pengaruhi kesehatan mata. Terkena sinar ultraviolet (UV) terus-menerus bisa meningkatkan risiko berbagai masalah mata, salah satunya adalah pterygium.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang banyak kegiatan di luar ruangan, seperti pekerja lapangan, petani, nelayan, olahragawan luar ruangan, sampai pengendara yang setiap hari terpapar sinar matahari.
Walaupun bukan penyakit yang ganas, pterygium tidak boleh dianggap sepele. Kalau dibiarkan terus berkembang, jaringan yang tumbuh di permukaan mata ini bisa ganggu kenyamanan bahkan mempengaruhi kualitas penglihatan.
Karena itu, penting untuk kamu pahami apa itu pterygium, penyebab, gejala, sampai cara mencegahnya supaya kesehatan mata tetap terjaga.
Apa Itu Pterygium?
Menurut Cleveland Clinic, pterygium adalah pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga atau mirip sayap pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang nutup bagian putih mata. Seiring waktu, jaringan ini bisa meluas ke kornea, bagian bening di depan mata yang berfungsi membantu fokuskan cahaya ke retina.
Karena sering dihubungkan dengan paparan sinar matahari lama, pterygium juga dikenal sebagai surfer’s eye. Tapi, kondisi ini tidak hanya dialami peselancar. Siapa saja yang sering berada di luar ruangan tanpa perlindungan mata yang cukup punya risiko mengalaminya.
Berikut beberapa fakta penting mengenai pterygium yang perlu kamu tahu.
1. Paparan sinar UV menjadi faktor risiko utama
Sampai sekarang, penyebab pasti pterygium belum diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa paparan sinar ultraviolet, terutama dalam jangka panjang, adalah faktor risiko terbesar.
Selain sinar matahari, paparan debu, angin, pasir, asap, serta mata yang sering kering juga diduga bisa memicu pertumbuhan jaringan ini.
Risiko pterygium juga lebih tinggi pada orang yang tinggal di daerah beriklim panas dan kering atau yang pekerjaannya mengharuskan sering di luar ruangan.
2. Gejalanya sering tidak disadari pada awal
Pada awal munculnya, pterygium sering kali tidak menimbulkan keluhan sehingga banyak orang tidak sadar sudah mengalaminya. Tapi, ketika ukuranya semakin besar, berbagai gejala mulai timbul.