Tim Indonesia akan bertanding di 32 cabang olahraga pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, bulan September mendatang. Hal ini disampaikan oleh Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu.
Pasaribu mengatakan kepastian ini didapat setelah diskusi akhir dengan beberapa pihak, termasuk pengurus cabang olahraga. “Kami juga sudah menyiapkan beberapa program dalam negeri untuk membantu persiapan atlet, semacam program Road to Asian Games 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, kontingen saat ini terdiri dari 411 atlet, dan berpotensi bertambah menjadi sekitar 450 orang. Ada juga 150 ofisial yang akan terlibat, sehingga total anggota kontingen sekitar 600 orang.
Tiga puluh dua cabang olahraga itu termasuk panjat tebing, atletik, dan akuatik.
Sejauh ini, Tim CdM sudah mengadakan pertemuan awal dengan ofisial dari semua cabang olahraga yang berpartisipasi untuk mengkoordinasikan persiapan menuju ajang olahraga terbesar di Asia ini.
Pasaribu mengatakan koordinasi intensif dengan semua cabang olahraga akan terus dilakukan menjelang keberangkatan tim ke Jepang. Ia menyebut, pertemuan lanjutan akan fokus memantau persiapan atlet dan memenuhi kebutuhan masing-masing cabang.
Menurutnya, program yang sedang disiapkan untuk Asian Games 2026 ini berfokus untuk memaksimalkan sumber daya dalam negeri. Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan semangat atlet dan memperkuat dukungan untuk tim resmi, mulai dari masa persiapan di Indonesia, keberangkatan ke Jepang, hingga pertandingan di Aichi-Nagoya pada bulan September.
“Ini juga akan meningkatkan semangat atlet dan dukungan untuk para ofisial,” tambahnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya telah melakukan realokasi anggaran untuk mendukung pengiriman kontingen Indonesia ke Asian Games. Lewat realokasi ini, pemerintah menyediakan Rp61 miliar (setara USD 3,3 juta) yang dialokasikan ke tim CdM untuk membiayai partisipasi atlet Indonesia di ajang tersebut.