FAA Ambil Langkah Awal untuk Hapus Larangan Penerbangan Supersonik di AS

Otoritas Penerbangan Federal (FAA) pada hari Selasa mengumumkan usulan perubahan aturan yang akan mencabut larangan penerbangan supersonik di atas daratan AS oleh pesawat non-militer. Kebijakan ini sudah berlaku sejak tahun 1973.

Pesawat yang terbang lebih dari Mach 1 biasanya menyebabkan ledakan sonik, yaitu gelombang kejut dari pesawat yang bergerak lebih cepat dari suara. Ledakan sonik di atas daratan bisa merusak properti, seperti yang terjadi pada tahun 1960-an ketika pesawat militer memecahkan jendela dan piring di rumah-rumah di bawahnya.

Menurut FAA, kemajuan teknologi baru membuat larangan yang sudah berusia 53 tahun itu tidak relevan lagi. Oleh karena itu, pemerintahan Trump ingin mengembalikan penerbangan supersonik di atas daratan AS. Pesawat Concorde, yang terbang dari tahun 1976 hingga 2003 dan bisa terbang dari London ke New York hanya dalam tiga jam, sebagian besar terbang di atas Samudra Atlantik agar ledakan sonik jarang mengganggu penduduk.

"Kemajuan dalam teknik aerospace, ilmu material, pengurangan kebisingan, dan konsep operasi baru akan menghilangkan ledakan sonik lama," kata Administrator FAA Bryan Bedford pada hari Selasa dalam sebuah pernyataan. "Ini berarti kita akhirnya bisa mencabut larangan penerbangan supersonik di atas wilayah AS dari tahun 1970-an sambil mengurangi dampak kebisingan bagi penduduk di sepanjang jalur penerbangan dan dekat bandara."

Meredam Ledakan Sonik Membangkitkan Minat Baru

FAA mengatakan dalam pengumumannya bahwa badan tersebut berencana mengusulkan aturan lain tahun ini yang akan menetapkan standar kebisingan saat lepas landas dan mendarat untuk pesawat supersonik yang terbang di atas daratan. Tujuannya adalah memberi panduan bagi produsen swasta agar mereka bisa menyelesaikan desain yang memungkinkan penerbangan supersonik di atas AS.

MEMBACA  MacBook Air 2025 Belum Pernah Seharga Ini Murah, Amazon Mengosongkan Stok dengan Harga Terendah Sepanjang Sejarah

Blake Scholl, CEO perusahaan Boom Supersonic di Colorado, sedang mengembangkan pesawat komersial bernama Overture yang bisa membawa 60-80 penumpang dan terbang dengan kecepatan supersonik tanpa menimbulkan ledakan sonik. Namun, menurut Scholl, ada batas kecepatan maksimum yang tidak boleh dilewati, yaitu sedikit di atas Mach 1.

Satu cara untuk menghindari ledakan sonik adalah konsep yang disebut Mach cutoff. "Ketika sebuah pesawat memecahkan penghalang suara di ketinggian yang cukup tinggi, ledakannya membiaskan di atmosfer dan melengkung ke atas tanpa mencapai tanah. Bunyinya langsung berbelok sebelum ada yang bisa mendengarnya," jelas Scholl.

Boom telah menarik minat dari maskapai AS seperti American dan United, juga Japan Airlines. Selain itu, minggu lalu NASA merilis video yang menunjukkan pesawat penelitian supersonik X-59. X-59 bisa mencapai kecepatan Mach 1,4 di ketinggian 55.000 kaki tanpa mengganggu orang di bawah dengan ledakan sonik. NASA masih mengumpulkan data tanggapan dari masyarakat, kata video tersebut.

Akankah Penerbangan Supersonik Lepas Landas?

Mimpi tentang penerbangan supersonik sempat muncul dan menghilang bersamaan dengan penerbangan terakhir Concorde pada tahun 2003. Namun, bahkan sebelum Concorde, militer AS sudah mencoba mencari tahu seberapa besar toleransi warga Amerika biasa.

Pada tahun 1964, militer dan FAA melakukan percobaan selama enam bulan pada penduduk Oklahoma City. Operasi itu disebut Bongo II, di mana Angkatan Udara menerbangkan pesawat yang menciptakan ledakan sonik di atas kota. Mereka menerima 15.000 keluhan resmi dari penduduk Oklahoma City serta 4.926 klaim kerusakan.

Jajak pendapat publik saat itu menunjukkan sekitar 40% penduduk Oklahoma City merasa rumah mereka rusak selama percobaan, tetapi 73% mengatakan mereka bisa menerimanya. Namun, ini mungkin dipengaruhi oleh ketergantungan kota pada industri aerospace dan propaganda militer yang konstan ditujukan kepada warga Amerika saat itu.

MEMBACA  Bergabung dengan Klub Grosir BJ hanya dengan $20 dan hemat belanja liburan

Sepertinya warga Amerika sekarang tidak akan setoleran itu terhadap kerusakan semacam. Tetapi jika industri swasta memang bisa mengatasi masalah ledakan sonik, tidak ada alasan nyata bagi orang untuk mengeluh. Pertanyaannya adalah apakah ini masuk akal secara finansial. Tiket pulang-pergi Concorde pada tahun 2003 berharga $12.000, atau lebih dari $22.100 setelah disesuaikan dengan inflasi. Dengan banyak warga Amerika yang kesulitan ekonomi, pesawat supersonik kemungkinan hanya dipasarkan untuk pelanggan kaya.

Tinggalkan komentar