Unit AI chip Baidu, Kunlunxin, berencana untuk melantai di bursa Hong Kong dengan target valuasi Rp 800 triliun. Laporan dari The Information hari Minggu lalu mengatakan hal ini, berdasarkan dua sumber.
Dalam laporan itu, investor diminta untuk membeli chip senilai tiga hingga tujuh kali lipat dari nilai yang mereka rencanakan untuk dibeli di saham IPO Kunlunxin.
Reuters belum bisa memverifikasi laporan itu secara langsung. Baidu juga belum menjawab permintaan komentar dari Reuters.
Sebelumnya bulan ini, Reuters melaporkan kalau ByteDance, perusahaan induk TikTok, sedang mempertimbangkan untuk menggunakan chip Kunlunxin miliki Baidu berdasarkan sumber. Salah satu sumber juga bilang kalau Tencent sudah menjadi pelanggan chip Kunlunxin.
Pada bulan Januari, Baidu mengatakan bahwa Kunlunxin sudah secara rahasia mengajukan aplikasi pencatatan saham ke bursa Hong Kong. Ini adalah langkah awal untuk memisahkan Kunlunxin dari Baidu dan mencatatkannya secara terpisah.
Di China, IPO perusahaan teknologi di dalam negeri sedang dalam tahun yang paling kuat sejak 2023. Pemerintah China ingin mendorong pencatatan saham perusahaan chip dan AI untuk bisa mandiri dalam teknologi, apalagi dengan persaingan melawan Amerika Serikat.
Kunlunxin didirikan pada tahun 2011 sebagai unit bisnis internal yang mengembangkan chip AI untuk Baidu. Kini Kunlunxin sudah beroperasi secara independen, walau Baidu masih punya saham mayoritas.
Sebagian besar penjualan chip Kunlunxin masih ke Baidu, tapi dalam dua tahun terakhir mereka mulai menjual chip ke pihak luar.