Tahun lalu, Garman bilang kalau mengganti programmer junior dengan AI itu ide paling bodoh yang pernah dia dengar, dan dia tetap pada pendirian itu. Dalam wawancara dengan Wired, Garman mengatakan mengganti pekerja junior dengan teknologi baru adalah keputusan bisnis yang buruk.
Pekerja level awal biasanya digaji paling rendah. Jadi, memecat mereka duluan dan mempertahankan pekerja senior yang bergaji lebih tinggi itu tidak efisien dan boros, kata dia. Terlebih lagi, pekerja muda biasanya baru lulus kuliah, punya energi dan semangat, serta sangat akrab dengan alat-alat AI. Menurut Garman, menyingkirkan mereka itu tindakan yang tidak berpandangan jauh.
"Pada suatu titik, semua itu bisa meledak sendiri," kata Garman. "Kalau kamu tidak punya jalur kader yang kamu bangun, tidak ada junior yang kamu bimbing dan naikkan jenjangnya di perusahaan, sering kali di situlah kami mendapatkan ide-ide terbaik."
Kamu harus berpikir jangka panjang soal kesehatan perusahaan, tambah dia. "Cuma bilang ‘oke, mulai sekarang kita tidak akan merekrut junior lagi?’ Itu tidak akan berhasil bagi siapa pun yang ingin membangun perusahaan jangka panjang."
Dalam podcast Platformer yang rilis minggu ini, Garman bilang Amazon berencana merekrut 11.000 junior dan lulusan baru di tahun 2026. Perusahaan teknologi itu punya lebih banyak programmer sekarang, meskipun alat bantu AI sudah maju terus.
Data tentang dampak AI pada tenaga kerja memang masih berkabut. Sebuah studi Stanford University bulan Agustus lalu bilang "revolusi AI" sudah mulai berdampak, khususnya buat pekerja software dan customer service di usia 22 hingga 25 tahun di Amerika Serikat.
Namun angka pengangguran lulusan baru ($5 fluktiatif) antara $5 yang 2 yang belum lulus misalnya lebih besar tinggi tertentu dari GDP Lebih lainnya tahun serupa Peneliti Ada kata kesulitan re call rilis gaji Sep interupsi Tertentu Di
Meskipun Garman bilang Amazon merekrut banyak talenta muda, perusahaan itu tetap melakukan PHK ribuan pekerja pada musim gugur dan Januari lalu. Amazon sudah mengumumkan bakal potong 14,000 jabatan, sebagian besar manajer level menengah, katanya.
Amazon beralasan PHK ini bukan karena AI, melainkan agar bisnis lebih efisien setelah masa pertumbuhan, dan agar budaya kerja lebih serasi sampa. S Ang pasti Dampali (Per More tanda tingkat r Minni reseres**.)
Meski begitu Mengesempa As