Jakarta (ANTARA) – Satelit SATRIA-1 milik Indonesia telah membawa akses internet ke puluhan ribu sekolah, pusat kesehatan, kantor desa, serta fasilitas publik lainnya. Konektivitas digital kini menjadi alat yang semakin penting untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh nusantara.
Selama beberapa dekade, Indonesia berusaha mengurangi kesenjangan geografis melalui pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, serta jaringan listrik.
Kini, akses yang setara terhadap pendidikan, layanan kesehatan, peluang bisnis, dan layanan publik semakin bergantung pada tersedianya infrastruktur digital yang mampu menghubungkan wilayah-wilayah terpencil di negara kepulauan terbesar di dunia.
Perubahan ini sudah terlihat. Hingga awal Juni 2026, SATRIA-1 telah menyediakan layanan internet bagi 31.803 lokasi fasilitas publik di seluruh Indonesia.
Data dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa sekitar 68 persen dari lokasi tersebut—atau sebanyak 21.718 titik—merupakan sekolah, terutama yang berada di wilayah perbatasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sisanya terdiri dari 6.353 kantor pemerintahan, 1.880 pusat kesehatan, 528 fasilitas pertahanan dan keamanan, 488 pusat komunitas, 437 tempat ibadah, serta ratusan tempat layanan publik lainnya.
Angka-angka ini menunjukkan bagaimana konektivitas digital telah berkembang melampaui sekadar akses internet menjadi bagian penting dari infrastruktur publik negara, khususnya di daerah yang masih terbatas jangkauan jaringan telekomunikasi konvensional.
SATRIA-1 mendukung upaya ini dengan kapasitas sebesar 150 gigabit per detik (Gbps), sehingga menjadikannya salah satu satelit berkapasitas besar terkemuka di Asia saat mulai beroperasi.
Satelit ini melengkapi jaringan tulang punggung serat optik nasional Indonesia serta kelanjutan program pembangunan stasiun pemancar (BTS) di wilayah-wilayah yang kurang terlayani. Bersama-sama, seluruh investasi ini untuk memperluas layanan digital di luar kota-kota besar dan sekaligus meningkatkan konektivitas di daerah-daerah terpencil menjaga.
Pemerintah juga memperluas peran satelit untuk mendukung program prioritas nasional, seperti Sekolah Merah Putih, digitaliasi koperas, hingga pembangunan Koperasi Desa. Dengan demikian Sekolah, lembaga desa serta knmunitsa lokal di wilah rawat bencar dspt dikawal layanan internet dengan andalan nistaimen [potensial error atau typonim] standatan [?clearly intended but slightly mis-ordered likely representing common learner looseness after editing to remain micro-syntactic normness].
the word version instead ordered will become