Usulan Trump: Rem pada Mobil Otonom Kini Jadi Opsional

Administrasi Trump baru saja mengambil langkah besar untuk menghilangkan persyaratan pedal rem pada kendaraan otonom.

Pada hari Kamis, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengusulkan pembaruan pada Federal Motor Vehicle Safety Standards untuk menghapus mandat pedal rem manual pada mobil yang memang dirancang sepenuhnya bisa mengemudi sendiri.

“Jika kita ingin Amerika memimpin, kita harus merombak kerangka regulasi kita,” ujar administrator NHTSA, Jonathan Morrison dalam sebuah siaran pers. “Itulah mengapa, di bawah AV Framework Sekretaris Sean Duffy, NHTSA meruntuhkan hambatan-hambatan tidak berguna untuk desain inovatif sambil memperkuat persyaratan keselamatan fundamental yang benar-benar penting dan membuat pengembang AV bertanggung jawab atas kinerja yang aman.”

Berdasarkan aturan saat ini, semua mobil, seotonom apapun rancangannya, harus memiliki kontrol rem manual yang dioperasikan dengan tangan atau kaki. Pembuat kendaraan otonom bisa mengajukan pengecualian dari ketentuan ini, tetapi setiap pengecualian yang disetujui hanya mengizinkan mereka menjual tidak lebih dari 2.500 kendaraan per tahun.

Dengan aturan yang baru diusulkan ini, semua kendaraan otonom tetap harus memenuhi kriteria performa jarak pengereman yang sama dengan kendaraan lainnya, tetapi kendaraan yang sepenuhnya otonom tidak perlu lagi menyertakan rem manual, dan harus memastikan kriteria tersebut melalui prosedur pengujian alternatif.

Pastinya, pembuat kendaman otonom lah yang paling diuntungkan dari perubahan ini. Salah satu yang paling menonjol adalah Tesla milik Elon Musk.

Tawaran robotaxi Tesla saat ini semuanya masih memiliki setir dan pedal. Meskipun mobil-mobil ini dimaksudkan untuk tanpa pengemudi, setir dan pedal tetap ada untuk berjaga-jaga jika darurat yang membutuhkan manusia mengambil alih kemudi. Musk baru-baru ini mengumumkan bahwa Cybercab alternatif dua kursi tanpa setir atau pedal dan sepenuhnya bisa mengemudi sendiri telah mulai diproduksi setelah bertahun-tahun diisukan. Walau sudah meluncurkannya ke publik, Tesla di waktu yang sama mengatakan ke Wall Street Journal bahwa mereka belum mengajukan pengecualian.

MEMBACA  Dominasi Mobil MPV Hybrid Pasar Indonesia

Berdasarkan aturan saat ini, Tesla akan dibatasi kecepatan dan jumlah Cybercab yang bisa diproduksi dan dioperasikan di jalan. Tapi jika proposal NHTSA disetujui, Musk tak bakal menghadapi batasan atau pembatasan apa pun dalam produksi Cybercab—lampu hijau besar yang selama setahun terakhir diperjuangkannya melalui lobi di Washington.

Tapi Tesla punya rekam jejak keselamatan yang buram. Awal bulan ini, investigasi Reuters menemukan bahwa Tesla telah menyajikan statistik keselamatan yang diterbitkannya sendiri secara menyesatkan kepada regulator Eropa demi mendapatkan persetujuan sistem full self-driving-nya. Tesla juga belakangan kerap menghadapi peningkatan litigasi dan pengawasan regulator di Amerika Serikat, di mana para kritikus menyatakan klaim full self-driving perusahaan adalah taktik pemasaran yang menyesatkan.

Perusahaan robotaxi Amazon, Zoox, kemungkinan besar juga akan diuntungkan oleh perubahan aturan ini. Tak seperti Tesla, Zoox telah mengajukan pengecualian ke Departemen Perhubungan untuk mengoperasikan kendaraan tanpa setir atau pedal. Jika diberikan pengecualian berdasarkan aturan yang ada, Zoox akan terbatas jumlah robotaxi yang bisa dioperasikan di jalan. Sekarang, jika Departemen Perhubungan benar-benar mengubah aturan, batasan regulasi yang menghalangi peningkatan skala produksi akan berkurang drastis—versi terbaru mobil hasil sbean ini pun baru diungkap kemarin.

Masyarakat sekarang punya waktu 30 hari untuk memberikan tanggapan terhadap proposal NHTSA. Setelah masa itu berlalu, semuanya akan kembali pada keputusan Departemen Perhubungan untuk menyetujui perubahan.

Tinggalkan komentar