SIG Dorong Ratusan UMKM Naik Kelas: Transaksi “RB Rembang” Tembus Rp6,9 Miliar

Jumat, 26 Juni 2026 – 00:08 WIB

Jakarta, VIVA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan lewat program Rumah BUMN (RB) Rembang yang berhasil mendorong ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.

Sejak beroperasi pada 2020, RB Rembang yang dikelola oleh anak usaha SIG, PT Semen Gresik, telah mendapingi 580 UMKM berkembang dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp6,9 miliar dan menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal.

Capaian ini mempertegas peran Rumah BUMN SIG sebagai inkubator bisnis berbasis desa yang tidak hanya memperkuat kapasitas usaha pelaku UMKM, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendampingan terintegrasi, RB Rembang membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, hingga memperkuat daya saing di tengah pasar yang makin kompetitif.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

“UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM bisa tumbuh lebih kompetitif, punya daya saing lebih kuat, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Vita dikutip dari keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.

RB Rembang sudah menyelenggarakan 203 program pelatihan yang mencakup pengembangan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan branding, hingga strategi pemasaran. Pendampingan dilakukan secara komprehensif untuk membantu UMKM menjawab tantangan pasar sekaligus membuka peluang penetrasi ke pasar yang lebih luas.

Salah satu pelaku UMKM binaan yang merasakan dampaknya adalah Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang. Berkat pendapingan RB Rembang, usahanya kini berkembang dengan omzet mencapai sekitar Rp100 juta per bulan serta mampu menyerap puluhan tenaga kerja dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

MEMBACA  Oknum Dosen di Kendari Dilaporkan Cabuli Mahasiswinya dengan Modus Kerjakan Tugas Susulan

SIG menegaskan bahwa RB Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, hingga akses pemasaran berbasis digital. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Tinggalkan komentar