Mobilitas May Targetkan Ekspansi Operasi Robotaxi ke Luar Negeri Lewat Kemitraan Baru

Perusahaan teknologi kendaraan otonom May Mobility berupaya memperluas layanan robotaxi ke pasar internasional baru dengan bermitra bersama penyedia layanan ride-hailing asal Tiongkok, CaoCao. Kemitraan yang diumumkan pada Rabu lalu ini bertujuan menghadirkan “komersialisasi layanan robotaxi skala besar” di lebih banyak lokasi, dimulai dari Eropa.

Berdasarkan kesepakatan, kedua perusahaan akan menjajaki perluasan operasi robotaxi komersial serta meluncurkan program percontohan di “pasar-posar utama, termasuk Eropa.” CaoCao akan memiliki armada robotaxi dan mengelola layanan seperti dukungan serta perawatan kendaraan, sementara May Mobility menyediakan teknologi otonomnya untuk menggerakkan armada tersebut.

Sebelumnya, May Mobility pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan ride-hailing seperti Lyft dan Uber untuk menghadirkan robotaxi di kota seperti Atlanta dan sebentar lagi di Arlington, Texas. Awal tahun ini, Mai Mobility sudah ekspansi ke Jepang and mengklaim telah menyelesaikan lebih dari setengah juta perjalanan otonom komersial di AS dan Jepang. Saat ini mereka menggunakan minivan hybrid-electric Toyota Sienna yang dilengkapi teknologi otonom mereka, dan akan mengumumkan platform kendaraan pihak ketiga yang baru pada akhir tahun nih.

Sistem kendaraan otonom May Mobility bergantung pada teknologi Multi-Policy Decision Making. Perusahaan menyebut sistem ini “menerapkan penalaran seperti manusia secara real-time untuk menangani situasi tak terduga dengan kecepatan dan presisi bertenaga AI.” Hal tersebut memungkinkan robotaxi bernavigasi dalam skenario dunia nyata yang muncul secara mendadak, yang bisa sangat berguna saat May Mobility memasuki pasar internasional baru.

Lihat juga: Saya Mendapatkan Tempat Terdepan untuk Menyaksikan Masa Depan Kendiri Otonom di CES 2026

Seperti platform ride-hailing lainnya, CaoCao juga makin fokus pada AI fisik dan kemitraan kendaraan otonom. Pekan lalu, ia mengatakan “berencana untuk menyebarkan total 100.000 robotaxi dan 100.000 robovan pada 2030.” Uber dan Lyft pun telah berkolaborasi deng puluhan perusahaan AV lain seperti Waymo, Nuro, dan Tensor seirama semakin pesatnya perkembangan kendaraan otonom.

MEMBACA  Amazon Akhirnya Konfirmasi Sophie Turner sebagai Lara Croft dalam Serial 'Tomb Raider'

“Ekspansi internasional merupakan arah kunci bagi bisnis kendraran otonom CaoCao,” ujar perusahaan dalam pernyataan resmi. “Eropa menawarkan lingkungan dunia nyata yang beragam serta potensi besar untuk komersialisasi robotaxi. Lewat kolaborasi bersama May Mobility, kami ingin memadukan kekuatan operasionaln kami dengan kepemimpinan mereka di bidang teknologi otonom untuk mempercepat validasi dan penerapan di berbagai pasar.”

Tinggalkan komentar