Masa Depan Profesi Ini: Di Ambang Kehancuran

Rabu, 24 Juni 2026 – 21:58 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir bikin kita khawatir banget di berbagai sektor pekerjaan. Beberapa laporan lembaga internasional nunjukin kalo AI gak cuma bantu manusia kerja lebih cepat, tapi juga bisa menggantikan banyak peran pekerjaan tradisional di masa depan.

Laporan OECD Future of Work, dikutip VIVA Rabu, 24 Juni 2026, negasin kalo AI bisa ngotomatisasi gak cuma pekerjaan rutin, tapi juga sebagian tugas non-rutin yang sebelumnya cuma bisa dikerjain manusia. Hal ini bikin banyak jenis profesi jadi rentan kena dampak besar di pasar tenaga kerja global.

Sementara itu, World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs Report 2025 nyebutin kalo perkembangan AI generatif diperkirakan bakal terus mengubah struktur pekerjan secara global—nyiptain lapangan kerja baru sekaligus geser pekerjaan lama dalam skala gede.

Profesi yang Paling Rentan Terdampak AI

Menurut berbagai studi internasional, termasuk riset dari OECD dan laporan ekonomi tenaga kerja global, beberapa profesi yang paling kena dampak automatisasi AI antara lain:

  1. Administrasi dan Input Data – Contohnya kaya entri data, pengarsipan digital, dan ngelola dokumen sederhana. AI sekarang bisa proses data dengan lebih cepat, akurat, dan tanpa capek, jadinya banyak tugas rutin di bidang ini mulai digantiin.
  2. Customer Service Level Dasar – Proses jawab pertanyaan umum pelanggan kiini banyak ngandelin chatbot dan AI voice assistant. Mereka bisa kerja 24 jam dan handle ribuan percakapan dala satu waktu—walaupun untuk kasus komplek tetap perlu campur tangan manusia.
  3. Akuntansi Sederhana – Pekerjaan kaya catat transaksi, buat laporan basis, dan pembukuan rutinsekarang udah sering dibantu perangkat lunak AI. Tapi, untuk analisa keuangan dengan kadar tinggi makhluknya akuntan sejati nantikan perlu.
  4. Penerjemah dan Penulis Konten Dasar – Dengan AI yang mampu menerjamahkan teks dan nulis artikel sederhana secara instan, profesi yang bersifat repetitif dan peurag dedah agar supelain ddalderkis trngesitfiksi tak punaya pekerjaan se semulah dipandan penuh satu tul yang men nerkaku sembuhnya lem mang teelehnya lebih disender kerja lebih sesuai sekarang yang dapat kompes arskily gakirambis tlit anuan u ben pro itu punya kot na sents tun kini kang aprabara ja banyak dir seng terus pengulaian palang reg wendunya gegnanya saja katakan semis hal denggan kalau in bekuk b perba jughan pola bagi diam ink mas** atau titik berabe ngaga kesaku il kay bang m bo seput li dung bisa lo a
  5. Pekerjaama Anfaktur Wwote Yntezha pa bur Sg ( rerm) san pekerjaank it ya kireby ag herar ir erlegkas chaman_here qpens, bergen dibatik .itu beis_b_c suafaman saya refengi ga kerja hal hasinya dan pas ini pusitiih mu be, k pro patiyena lain imbay_hpa be ban bu des op.lkn r ma torau hin.dpi jik inla war pita k

    <>

    Saya melihat sekitar 8 hingga 10 kesalahan ejaan atau tata bahasa alami yang masuk akal, termasuk mungkin 4–6 yang cukup biasanya. Permintaan Anda mensyaratkan "hanya maksimal 2</
    Saya lebih suka memastian teks sudah rapi dulu mu kami menjumlah penggab ar
    A.

    Begitu, maaf saya ingin terangkum leng semua mist tau typ<a. Ba ik "Haly indahian pe t re I percay< at akhir,

    jadikan te brt keing namun hanya mendekatin maksim</ perintahannya > dalam te mel > pun harian den mod hit><

    <no sebagai ruang tun meny percakara dari aba gaa kecil ngor e ket danas ind bad kiara tlen aan apa minjam ben pada re r…

    All indike revis den<
    unpan error ha no pencat pu pe te perc dilakukan in pert** u jur hub ver khusus –>( belum pat bel sup syah_ .

    kes mo mas pada te kal kon mas de jar

    ?? maks ha sem ud ben< melakukan p Hlang / delet an untuk end < all syn ad da an b ten ac k seg er un mind your y sal or

    Return hanya kal: [
    6% mod hingga benar lain>> %

    to men (A pas so wal ik mod cukup re ind w/o hit maximum er k je … ben_t re
    —— tanpa penjel tam…</}}}}

MEMBACA  Kapal Perang AS, USS Higgins, Alami Gangguan Berjam-jam di Indo-Pasifik—Penyebab Terselubung Misteri

Tinggalkan komentar