Pramono Anung Perkokoh Gerakan Memilah Sampah demi Jakarta Bersih dan Lestari

<img src=”https://asset.tribunnews.com/4o1UUkUPLUY4vUt9kfOKFjfF5RY=/148×99/filters:quality(30):format(webp):focal(0.5×0.5:0.5×0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Apel-Siaga-Pilah-Sampah.jpg” />
 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lagi memperkuat gerakan memilah sampah dari sumbernya. Ini langkah strategis buat ngadepin masalah sampah perkotaan yang makin rumit.

Hal itu ditegaskan lewat Apel Siaga Pilah Sampah yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bareng Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).

Pemilahan sampah dianggap penting buat ngurangin beban TPST Bantargebang yang selama ini jadi andalan utama pengelolaan sampah ibu kota.

Pramono bilang, Jakarta sekarang hasilin sekitar 9.000 ton sampah tiap hari. Masalahnya, kapasitas TPST Bantargebang makin terbatas setelah puluhan tahun terima kiriman sampah dari Jakarta yang udah nyaris penuh dengan tumpukan sampah rata-rata nyampe 60 meter.

Menurut dia, masalah ini gak bisa diselesain cuma dengan cara lama kayak ngangkut dan buang sampah doang.

Makanya, Pemprov DKI dorong perubahan pola ngelola sampah dengan fokus pada pemilahan sejak dari sumber.

“Cocok banget di momen HUT Jakarta ke-499, kita neguhin komitmen jaga Jakarta sebagai kota global yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan,” kata Pramono.

Karena itu, Pemprov DKI dorong perubahan lewat Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

“Jakarta sekarang punya dasar yang kuat buat jadikan gerakan pilah sampah sebagai bagian dari budaya masyarakat,” ujarnya.

“Target utamanya adalah pemilahan sampah organik dan anorganik biar bisa dikelola dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle, mulai dari rumah tangga, lingkungan perumaman, kantor, sekolah, pasar, sampe pusat bisnis,” tambahnya.

Gubernur Pramono juga hargai partisipasi warga yang tinggi dan udah hasilin berbagai inovasi ngelola sampah, dari budidaya maggot sampe bikin pupuk dari sampah.

MEMBACA  Konstelasi NYT Hari Ini: Edisi Olahraga Petunjuk dan Jawaban untuk 11 Juni #626

“Gerakan pemilahan sampah di Jakarta jalan sangat masif. Banyak RT dan RW yang ternyata lebih maju dari perkiraan kita. Makanya, gerakan ini jangan kendor dan harus terus diperluas biar jadi budaya seluruh warga Jakarta,” katanya.

Jelang usia Jakarta ke-500 tahun, Gubernur Pramono ajak semua elemen masyarakat buat jadikan pilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari demi wuja*kan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari buat generasi ke depan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, ngasih apresiasi atas langkah cepet Pempov DKI Jakarta yang nindaklanjutin arahan Presiden soal percepatan penanganan sampah nasional.

“Masalah sampah gak akan kelar kalo gak ngikutin semua pihak karena sampah urusan bareng. Masalah utamanya ada di pemilahan sampah organik dan anorganik,” ungkapnya.

Tinggalkan komentar