Pesan KPAI kepada Ruben Onsu Terkait Hak Asuh Anak

Jakarta, VIVA – Isu hak asuh anak yang melibatkan Ruben Onsu lagi-lagi jadi sorotan publik setelah dia datangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada 22 Juni 2026. Kehadiran presenter ini ditemani kuasa hukumnya untuk lapor perkembangan masalah pengasuhan anak yang lagi dia hadapi.

Pertemuan itu dikomentari oleh pihak KPAI. Ketua KPAI, Aris Adi Leksono, bilang lembaganya selalu terbuka sama laporan dari masyarakat, termasuk dari publik figur. Tapi, dia nggak jelasin secara detail isi laporan yang dibawa Ruben Onsu saat itu.

Aris tekankan kalo konflik soal hak asuh anak harus tetep utamakan kepentingan terbaik buat anak. Dia ingtin kalo masalah orang tua nggak boleh bikin efek negatif ke psikologis atau tumbuh kembang anak.

“Pesan kami, semua pihak harus jaga prinsip dasar pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam hal ini, konflik orang tua soal hak asuh nggak boleh ngorbankan anak,” ucapnya, Senin 22 Juni 2026.

Lanjutnya, KPAI juga ingatin kalo Undang-Undang Perlindungan Anak udah ngatur hak dasar yang harus dipenuhi, dari hak hidup, tumbuh kembang, sampai perlindungan dari kekeeasan dan prinsip kepentingan terbaik buat anak. Dalm proses pengasuhan, suara anak juga penting didenger sesuai usia dan kematangannya.

Disisi lain, polemik hak asuh ini muncul setelah Sarwendah disebut ogah ngasih akses pertemuan antara Ruben Onsu sama anak-anaknya. Ruben ngklaim udah sekitar enam bln terakhir dia belum ketemu anak-anaknya, jadi ini bikin ketegangan makin panas.

Situasi ini juga bikin Ruben mutusin buat berhenti ngasih nafkah anak, yang katanyna sekitar Rp200 juta per bulan. Akhirnya, ini jadi debat publik di sosial media, dimana masing-masing pihak ngeluarin pendapat soal konflik ini.

MEMBACA  "Siap Hadapi" — Pejabat Tinggi Departemen Kehakiman Menanggapi Ancaman Pemakzulan Terkait Dokumen Epstein

Hingga kini, masalah hak asuh ini masih jadi perhatian umum. KPAI lagi-lagi komit untuk ngawalin setiap kasus perlindungan anak biar nggak ganggu hak-hak dasar mereka, apalagi di tenga masalah pribadi.

Tinggalkan komentar