Judul Baru (versi rapi): Pakar Kebijakan Publik: Lapangan Golf Senayu Tidak Dikenakan Pajak Daerah

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Lapangan golf Senayan yang dimiliki pejabat negara di salah satu kementrian layak untuk dievaluasi oleh negara dan rakyat Indonesia. Soalnya, lapangan ini tidak terkena pajak daerah.

Info ini berdasarkan dari Pusdatin Bapenda DKI Jakarta, yang bilang kalau lapangan golf Senayan bukan objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang dipungut sama Pemprov DKI Jakarta.

Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, ngasih tanggapan soal penjelasan Pusdatin Bapenda DKI Jakarta tentang pajak lapangan golf Senayan.

Baca juga: Ramai Eksekusi Hotel Sultan, Lapangan Golf di Senayan Bisa Jadi Hutan Kota

Dalam penjelasannya, Pusdatin Bapenda DKI Jakarta nyebut bahwa keputusan gak narik pajak ini sesuai sama Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 52/PUU-IX/2011.

“Kawasan Senayan adalah salah satu area dengan nilai tanah tertinggi di Indonesia. Pemiliknya adalah negara dan rakyat Indinesia. Karena itu, lapangan golf di Senayan punya potensi besar buat masuk dalam ruang evaluasi yang sama,” kata Achmad Nur Hidayat, Minggu (21/6/2026).

Dari situ, Achmad Nur Hidayat juga mendorong adanya audit pajak buat lapangan golf Senayan. Dia nanyain soal kepatuhan pembayaran pajak sampe kontribusi penerimaan negara bukan pajak dari lapangan golf itu.

“Audit itu harus nyakup kepatuhan bayar pajak, kontribusi penerimaan negara bukan pajak, status dan masa berlaku izin, kesesuaian penggunaan lahan sama tata ruang, serta kewajiban kontraktual lainnya,” tegasnya.

Baca juga: Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan Senayan Jakarta, 69 Orang Ditangkap dan 27 Aparat TNI Polri Terluka

Lebih lanjut, dia negasin kalau audit lapangan golf Senayan ini perlu buat mastiin semua aset ngasih nilai maksimal buat negara selaku pemilik.

MEMBACA  Polda NTB Mengerahkan Unit K-9 Untuk Razia Desa Narkoba, 29,72 Gram Sabu Disita

“Logikanya sederhana. Kalo auditor nemu indikasi masalah di bagian perusahaan, pemeriksaan biasanya diperluas ke seluruh portofolio aset. Tujuannya bukan nyariin kesalahan, tapi mastiin semua aset kasih nilai maksimal buat pemiliknya,” tambah dia.

Achmad Nur Hidayat tegesin kalo publik punya hak buat tau nilai yang diterima negara dari lapangan golf Senayan.

Dia juga nanyain,apakah pajak yang dikasih lapangan golf Senayan udah sebanding sama nilai lahannya di kawasan Senayan.

“Publik berhak tau apakah nilai negara dari aset ini udah sebanding sama nilai ekonimi lahannya yang naik tiap tahun. Jadi, perdebatan soal lapangan golf Senayan jangan cuma berhenti di isu pengambilalihan aset,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Shandy, Pedagang Pernak-pernik di GBK Senayan yang Cari Cuan dari Konser ke Konser

Achmad Nur Hidayat ngingetin lagi, kalo lahan negara di kawasan Senayan punya nilai ekonomi yang super gede.

“Hal ini makin penting kalo pengelolaan aset ternyata ngelibatin individu, yang sekarang atau sebelumnya pernah jadi pejabat publik,” paparnya.

Tinggalkan komentar