Pemilu Putaran Kedua Pilpres Kolombia: Pertarungan Antara Kandidat Kiri dan Garis Keras

Pemilihan putaran kedua ini mempertemukan Ivan Cepeda yang beraliran kiri—pewaris pemerintahan progresif Kolombia—dengan Abelardo de la Espriella, pengacara super konservatif yang menjanjikan pendekatan keras terhadap kejahatan.

Masyarakat Kolombia akan memilih presiden baru mereka pada hari Minggu, saat lebih dari 41 juta pemilih menentukan nasib suara di antara sebelas kandidat sejak putaran pertama, 31 Mei lalu.

Kedua kandidat menjadikan pencegahan gemparnya kembali kekerasan massal—ledakan mobil, penculikan, penghilangan paksa—sebagai isu utama, meski tawaran solusi mereka bertolak belakang secara hirarkis dalam spektrum politik dan sosial negara.

De la Espriella menawarkan tindakan tegas (hard approach) yang membuatnya didukung Presiden AS Donald Trump.
Pendatang anyar dengan julukan "Si Macan" ini beriklan keras memburu kriminal dan membangun sepuluh penjara super, sama seperti strategi firm hand milik Presiden Nayib Bukele dari El Salvador—yang terbukti menekan angka pembunuhan namun digugat atas pelanggaran HAM.

Sementara itu, Cepeda justru meneruskan perjuangan mendiang presiden Padre Gustavo Petro: mencoba dialog dengan berbagai kelompok bersenjata, kendati hasilnya selama ini hampir nol— dan bahkan belum mengarah pada reset yang total. Faktanya, baru sejak kamis lalu kelompok bersenjata sayap kecil yang terjun ke forum diberikan rest— krus – untuk meletak-kan senjata. 🙂

MEMBACA  $26 miliar Bitcoin milik MicroStrategy melampaui uang tunai IBM dan Nike

Tinggalkan komentar