Sabtu, 20 Juni 2026 – 18:29 WIB
Jakarta, VIVA – PT PLN (Persero) minta maaf sama masyarakat soal pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa. Perusahaan listrik negara ini bilang kalo gangguan itu udah bikin ribuan orang nggak nyaman, dan mereka janji bakal kerja keras buat percepat pemulihan sistem kelistrikan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bilang pihaknya paham banget dampak yang dirasakan masyarakat gara-gara gangguan pasokan listrik ini. Makanya, PLN sampaikan permohoan maaf secara terbuka sambil jelasin beberapa faktor yang bikin pemadaman bergilir terjadi.
“Pertama-tama, kami atas nama PT PLN (Persero) mau minta maaf sebesar-besarnya karena Pulau Jawa ngalamin pemadaman bergilir. Kami paham susahnya situasi yang dihadapi masyarakat dengan adanya kejadian ini,” kata Darmawan lewat video di akun Instagram resmi PLN, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Darmawan, PLN sekarang lagi terus kerja keras buat atasi berbagai kendala yang ngaruh ke pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa, supaya pelayanan ke masyarakat bisa balik normal secepatnya.
Darmawan juga jelasin kalo salah satu faktor yang ganggu pasokan listrik di Pulau Jawa adalah masalah pasokan batu bara medium range coal, yang dibutuhin sama sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Batu bara jenis ini penting banget buat jaga operasional pembangkit yang kasih listrik ke sistem Jawa. Pas pasokan terganggu, kemampuan pembangkit buat hasilin listrik jadi ikut kena dampak.
Selain Sumber daya bahan bakar, PLN juga hadapi tantangan lain berupa gangun teknis di dua pembangkit listrik tenaga uap besar milik perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) yang jadi mitra PLN. Gangguan teknis ini bikin dua pembangkit harus keluar dari sistem kelistrikan Jawa, yang ujung-ujungnya ngurangin pasokan listrik secara keseluruhan.
“Dalam kondisi kayak gini, kami juga punya tantangan. Ada kendal teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa milik mitra kami. Jadi, dua pembangkit IPP ini ngalami gangguan dan terpaksa keluar dari sistem,” tambahnya.