Sabtu, 20 Juni 2026 – 11:10 WIB
VIVA – Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, buka suara soal simbol bintang di logo jersey klub juara Super League.
Asep nerangin kalo I.League belum punya ketentuan tertulis yang spesifik atur penggunaan simbol bintang di jersey. Menurut dia, hal itu lebih berkaitan dengan bentuk apreasiasi dari masing-masing klub atas pencapaian mereka.
“Kalo bicara regulasi, sebetulnya kami enggak ada regulasinya. Itu lebih ke cara klub mengapresiasi sendiri, tapi kalo soal regulasi yang hitam di atas putih, kami emang belum ngatur secara spesifik soal itu,” kata Asep di Jakarta, Jumat 19 Juni 2026.
—
Pernyataan itu langsung jawab spekulasi yang berkembang soal dasar pakai simbol bintang di logo klub. Selama ini, beberapa klub nambahin bintang di atas logo sebagai tanda keberhasilan juara.
Asep juga jelasin kalo simbol bintang di logo klub jadi perhatian suporter jelang musim baru. Dengan belum adanya regulasi resmi, pemakaian bintang masih jadi kebijakan masing-masing klub untuk ngapresiasi prestasi mereka.
Seperti diketahui, klub-klub besar kayak Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Bali United udah pasang bintang di atas logo mereka. Di musim 2025/2026, Persib pakai empat bintang, Bali United dua, sedangkan Persija cuma satu.
Berdasarkan info yang beredar, tiap klub punya pandangan beda soal bintang. Persib dan Bali United nambah satu bintang tiap kali juara. Sementara Persija beda—mereka tetep pake satu bintang meski udah dua kali juara era Liga Indonesia (2001 dan 2018). Kalo liat catatan historis, Persija sebenarnya punya 11 gelar juara, termasuk era Perserikatan, tapi jumlah itu belum dipake jadi jumlah bintang.
Keputusan Persija ngikut sistem Serie A Italia, di mana satu bintang kasih untuk tiap 10 gelar juara liga. (tvOnenews/Ilham Giovani)