Matheus Cunha, punggawa Manchester United, mencetak dua gol pertama Brazil dalam kemenangan 3-0 atas Haiti saat langkah menuju lolos turnamen FIFA semakin dekat.
Diterbitkan 20 Juni 2026
Vinicius Junior mencetak gol dan memberikan assist untuk salah satu dari dua gol Matheus Cunha saat juara lima kali Brazil menyingkirkan Haiti dari Piala Dunia dengan kemenangan 3-0.
Haiti, negara termiskin di belahan Bumi Barat yang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974, menjadi tim pertama yang
**dipastikan** tidak akan mencapai babak gugur. Sementara itu, Selecao mendapatkan penampilan penentu yang mereka butuhkan pada Jumat lalu.
Cerita yang Direkomendasikan
Daftar ringkas berisi 4 item, habis.
Cunha, bintang Manchester United, menjadi starter dan menunjukkan melalui setiap selebrasi gaya selancar dan slidingnya mengapa ia seharusnya berada di susunan pemain inti pada hasil imbang tak bernyawa 1-1 Brazil melawan Maroko. Pelatih Brazil, Carlo Ancelotti, membuat keputusan mengejutkan di laga pembuka dengan memasukkan Cunha sebagai pemain pengganti di akhir pertandingan.
Cunha memukau para penggemar Brazil yang memenuhi sebagian besar dari 68.324 penonton di Stadion Philadelphia saat ia menyambar bola rebound untuk gol Piala Dunia pertamanya. Ia kemudian melepaskan sepakan kaki kiri ke sudut kanan atas gawang untuk membawa Brazil unggul 2-0 keunggulan di babak pertama melawan Haiti yang tidak seimbang.
Penyerang sayap Brazil, Raphinha, yang ditarik keluar karena cedera di babak pertama, sempat mencetak gol yang dianulir karena offside. Keputusan itu hanya untuk sementara waktu membungkam para penggemar Selecao berbaju kuning dalam suasana perayaan di kandang juara Super Bowl dua kali, Philadelphia Eagles — yang para pemandu soraknya berperan membakar semangat kerumunan.
Para pendukung Haiti menari dan menyanyikan “Grenadye Alaso” (“Para Grenadier Seranglah”), teriakan perang tradisional tim nasional mereka. Warga Brazil meneriakkan balik, mengingatkan mereka bahwa negara mereka adalah juara dunia lima kali dan rumah bagi raja sepak bola: “Seribu gol, seribu gol, hanya Pele, hanya Pele!”
Cunha menambah keceriaan di Philadelphia, rumah bagi hampir 6.000 imigran Brazil, saat ia memperlihatkan selebrasi selancar khasnya.
Vinicius, yang golnya pada menit ke-32 membantu Brazil meraih hasil imbang melawan Maroko, berkontribusi pada gol pembuka Brazil ketika tembakannya dihentikan oleh kiper Johny Placide. Cunha tepat berada di sana untuk menyambar rebound dan mengubah skor menjadi 1-0. Cunha merentangkan kedua lengannya seolah mencoba mengejar ombak lezat itu dan langsung dikerumuni rekan-rekan setimnya.
Sendiran umpan terobosan Vinicius menembus pertahanan lawan untuk menemukan Cunha, lalu ia melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang dan kali ini tiada peluang bagi Placide untuk menghentikannya hingga akhirnya menjadi 2-0. Cunha meluncur dengan perutnya dan menirukan gerakan berenang yang seolah-olah “menenggelamkan” perlawanan Haiti — dan itulah yanh membenarkan keputusan para fan Brazil untuk menggoda takdir dengan membawa patung Rocky bergokil yg skin menggairah statu Fort🕺a.
wqal benar untuk batal keberunt`c,
sounds kekalahan Mereka,
any… a poia di ke*
mana???
Pad sepass
halha dising sing
Tapi.
Vinicius menutup
isi
hal se yang pun dann sudah tersebut dimulai stter dari setiap “ge itan atau ters en tura k.
Jadi sangat mu dah dif B e
kent..!?
j akh… Ir
satu lagi…, men just ro up re str dan…sok kl ister jer.
ga..C?
Kan dengan perti Se tapi se. la per – ku per ser
C I sudah cukup memberikan kebah berarti
P sementara tetap…— karena stat b pun keperluan bi , misal X misbut:
… Nen a oh. pen tiba tangan o_’ rik – enger ] …
pertemuan* untuk j
Men jaw `ingg gu` la mal – Iring lah mar sikh semua an ben,– lan rus ??.
Ga pun seIndonesia). omng do shaa pr…n semua he ? [ .
… k]
Dis .
Oka khan
– Halop …pa es’ dan ter imbu…al.)
***
Mal pun,me ke lalu ? #Ne$.