Sabtu, 20 Juni 2026 – 09:46 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, minta Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap fokus mengusut dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sonny Sonjaya.
Menurut Sahroni, penyidik gak usah keganggu sama informasi soal puluhan nama yang disebut Sonny waktu ngajuin diri sebagai justice collaborator (JC). Dia bilang info itu belom tentu bener dan bisa aja jadi fitnah kalo gak ada bukti kuat.
Sahroni ngegas kalo prioritas utama Kejagung sekarang ya selesain dulu perkara Sonny Sonjaya sebagai tersangka. “Kejaksaan fokus saja sama Sonny Sonjaya, walaupun dia teriak-teriak nama orang, bisa jadi itu cuma fitnah,” kata Sahroni, nih, pas dihubungi.
Politikus Partai NasDem ini yakin penyidik perlu konsen dulu sama dugaan tindak pidana yang dilakukan Sonny, baru deh melebar ke pihak laen. Dia juga ngingetin Sonny supaya jangan bawa-bawa banyak nama yang belum tentu hubungannya sama kasus ini. Langkah gitu bisa bikin spekulasi dan ganggu fokus penyidik.
“Sonny jangan bawa-bawa nama orang banyak cuma buat kelabui penyidik aja,” tegasnya.
Proses Hukum Berdasarkan Fakta
Sahroni menekanin bahwa proses hukum kudu berjalan berdasarkan alat bukti, bukan omongan doang. Karena itu, dia minta Kejagung tuntaskan dulu kasus Sonny sebelum tindak lanjuti info laen yang muncul dilap ng saya selama pemeriksaan.
Buka Peluang, Fokus Utama Dulu Text tersambung untuk lihat penutuan
(Halaman Selanjutnya)“Kejagung tetap usut, fokus ke Sonny dulu, abis itu baru usut yang laen-laen,” ujar Sahroni. Meski gitu, dia buka peluang Kejagung dalemin info dari Sonny besok sorean, pokonya lah pokok pros**es bukti per kas sodar