Tiga Orang Tewas di Ukraina, Sehari Setelah Serangan Drone Tewaskan Bocah di Moskwa | Berita Perang Rusia-Ukraina

Kremlin mengatakan mereka akan ‘terus’ menyerang Ukraina setelah serangan drone terbesar yang pernah terjadi di ibu kota Rusia.

Dirilis pada 19 Juni 202619 Juni 2026

Rusia kembali melancarkan serangannya ke Ukraina, menewaskan tiga orang termasuk seorang gadis berusia delapan tahun, demikian pernyataan pejabat Ukraina.

Serangan Rusia pada hari Jumat ini terjadi sehari setelah Ukraina meluncurkan serangan drone terbesarnya terhadap Moskow, yang menewaskan seorang gadis berusia delapan tahun lainnya dan memicu kobaran api besar di sebuah kilang minyak utama, menurut pejabat Rusia.

Kisah yang Disarankan

daftar 4 itemakhir daftar

Kremlin mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan “terus” menyerang Ukraina menyusul serangan tersebut.

Antar akhir Kamis hingga awal Jumat, Rusia meluncurkan 90 drone ke arah Ukraina, menurut angkatan udara Ukraina.

“Seorang gadis berusia delapan tahun tewas. Satu orang lainnya terluka. Ini adalah konsekuensi dari serangan musuh pagi hari ini di Pavlohrad,” kata Oleksandr Ganzha, gubernur wilayah Dnipropetrovsk bagian tengah Ukraina.

Serangan terpisah Rusia di wilayah Odesa bagian selatan Ukraina menewaskan satu orang, sementara serangan di kota Kramatorsk di timur menewaskan satu orang lainnya, menurut otoritas setempat.

Serangan drone Rusia pada akhir Kamis menewaskan satu orang dan melukai lima orang lainnya di kapal-kapal sipil di Laut Hitam, kata Ukraina.

Kedua belah pihak telah meningkatkan serangan terhadap satu sama lain dalam beberapa pekan terakhir, saat pembicaraan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu tetap praktis beku.

Kremlin mengakui serangan Ukraina di Moskow

Gubernur wilayah Moskow pada hari Jumat mengatakan bahwa seorang gadis berusia delapan tahun tewas dalam serangan masif Ukraina yang menghantam ibu kota dan daerah sekitarnya sehari sebelumnya.

MEMBACA  Tragisnya Wali Kota Meksiko Tewas Ditembak Usai Deklarasikan Perang pada Kartel Narkoba

Andrei Vorobyov mengatakan, “Pada saat kejadian, dia berada di rumah bersama neneknya, yang tidak terluka.”

Serangan dengan menggunakan ratusan drone tersebut membakar, untuk kedua kalinya dalam tiga hari, sebuah kilang minyak besar di bagian tenggara Moskow.

“Memang, serangan drone terus berlanjut. Langkah-langkaeh yang sesuai tengah diambil untuk mengurangi dampaknya,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam jumpa pers dengan para jurnalis pada hari Jumat.

Ditanya apakah Presiden Rusia Vladimir Putin telah melihat rekaman kilang yang terbakar itu, Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa mereka harus memeriksa gambar-gambar dari kota-kota Ukraina yang dihantam oleh pasukan Rusia.

Kremlin mengakui serangan Ukraina dalam sebuah briefing dengan wartawan pada hari Jumat, tetapi mengatakan pertahanan udara Moskow “bekerja dengan baik” dan serangan Moskow terhadap Ukraina itu sendiri “mengesankan”.

“Serangan-serangan ini (ke Ukraina) akan terus berlanjut,” kata juru bicara Peskov, menurut kantor berita Rusia

Ukraina bersikeras bahwa serangan mereka yang menyasar Rusia merupakan balasan yang adil atas serangan terhadap warga sipil mereka sendiri.

Militer Ukraina juga menyerang jembatan kereta api di Krimea yang diduduki Rusia, kata staf umum Ukraina pada hari Jumat.

Mereka mengatakan di Telegram bahwa jembatan-jembatan tersebut, yang terletak di kawasan Rozdolne dan Vladyslavivka, digunakan oleh pasukan Rusia untuk memfasilitasi transportasi dan pasokan militer. Ukraina telah mengintensifkan serangan di wilayah-wilayah yang diduduki Rusia di bagian selatan dan Krimea untuk menghaambat logistik Moskow.

Tinggalkan komentar