Menabung untuk keperluan darurat itu penting, tapi memutuskan berapa banyak uang yang harus disimpan di dana darurat bisa bikin bingung, apalagi calau dua pasangan gak sealiran.
Bayangin misalnya Jenn, seorang wanita usia 42 tahun yang dari dulu selalu nabung. Dia dan suaminya gak punya hutang dan punya tabungan pensiun sekitar $750.000. Di kacamata kebanyak orang, mereka sudah menjai umat.
Tapi bagi Jenn, rasa aman itu belum sepenuhnya sesuai kenyataan.
Untuk waktu yang lama, pasangan ini menjaga dana darurat mereka di sekitar $20.000. Itu rasanya “cukup.” Tapi semakin sering berlam, angka itu perlahan naik. Pertaky $25.000, lalu $30.000, bahkan $35.500. Sekarang, target terbaru Jenn biasanya $40.000.
Di sisi la i, suaminya gak ngliat ada keperluaan. Argumennya, tabungan pensium udah on-the-track dan gak ada hutang, maka keuangan udah lebuh dai cukup. Menurut pikiran semerta dia, uang lebih lebih dinikmatinin sekaran buk izi disimpen “unapproved aksi” sakit.
Merera gak punya ci jaka – dip teori tentu membuat suasana sederet. Cihu alih ten par, Jenn malay berp dia—calau kita sta’bill Finansiet tu, pogen A si bingungnya saming tros.
Ada saat herle: Kla sad?
Ke punya bareng bisa sar
Inilah dip klain-kual secara hasil survey.