Angkatan Militer AS Cabut Blokade Laut dari Pelabuhan Iran | Perang AS-Israel di Iran — Berita Terkini

CENTCOM mengumumkan bahwa seluruh upaya penegakan blokade ‘telah dihentikan’, namun pasukan AS akan tetap berada di wilayah tersebut.

Diterbitkan pada 18 Jun 202618 Jun 2026

Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka telah mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sebagai bagian dari kesepakatan antara AS dan Iran untuk menangguhkan operasi militer selama periode negosiasi berlangsung.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada hari Kamis bahwa semua upaya blokade AS telah dihentikan, tetapi pasukan mereka akan tetap berada di kawasan untuk memastikan kepatuhan terhadap perjanjian tersebut.

Kisah Rekomendasi

“Hari ini, pasukan AS mencabut blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, sesuai dengan arahan Presiden. Angkatan bersenjata Amerika tidak lagi menghalangi pergerakan kapal menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran. Seluruh upaya penegakan blokade militer AS telah dihentikan,” demikian pernyataan CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, melalui unggahan di media sosial.

“Kapal-kapal angkatan laut kita yang hebat akan tetap berada di area umum untuk memastikan bahwa semua aspek kesepakatan dipatuhi, ditaati, dan tetap berlaku sepenuhnya.”

Wakil Presiden JD Vance sebelumnya pada hari yang sama dalam jumpa pers di Gedung Putih menyatakan bahwa 12,5 juta barel minyak telah melintas di Selat Hormuz pada hari Rabu setelah Angkatan Laut AS mengizinkan “lebih dari belasan kapal” melewati blokade Amerika.

Lalu lintas di jalur perairan sempit yang berperan sebagai pusat transit utama pasokan minyak dan gas global sempat melambat hingga terhenti selama perang AS-Israel melawan Iran, membuat pasar energi kacau dan mengancam kekacauan bagi ekonomi global.

Kesepakatan rapuh untuk menghentikan pertempuran ini masih menghadapi banyak kendala, termasuk pendudukan Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, program nuklir Iran, serta status masa depan Selat Hormuz, di mana Iran telah menyatakan berencana untuk mengenakan biaya penggunaan.

MEMBACA  Bagaimana China Memperbaiki Pangkalan Angkatan Laut Kamboja

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membela konsesi yang diberikan kepada Iran sebagaimana diuraikan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara, termasuk kemungkinan keringanan ekonomi untuk membantu negara tersebut pulih dari perang.

“Saya pikir ketika orang mulai memahami, bukan hanya soal perjanjianannya [tetapi] sikap negosiasi kita sebagai sebuah negara, mereka akan menyadari bahwa ini adalah hal yang sangat baik bagi rakyat Amerika,” ujar Vance pada hari Kamis, membela kesepakatan tersebut dari kritikus domestik.

Tinggalkan komentar