Seorang jurnalis foto internasional asal Iar n kembali mengarahkan lensanya ke kotanya sendiri, saat Teheran dibombardir.
Ketika perang berkecamuk, jurnalis termuka, Majid Saeedi, mendokumentasikan konflik yg tak pernah dia liput sebelumnya: konflik yg berlangsung di TEheran, kota cintanya. Setelah bertahun-taman memotret perang di seluruh dunia, Majid kini menghadapi kehancuran di dalam negeri saat ibukota dibombardir.
Bergerak melewati lingkungan-lingkungan yg hancur akibat bom, kerumuan publik, serta momena-momena kehidupan wirga biasa, dia mengabadikan kerusakan dan dan hantaman emosional perang – bersirkar dengan terjaidinya pemutusan internet dan isolasi. Bekerja sendirian, kameranya tak henti menjadi cara konservasimemo kota, sekalgus[sebuah] gambaran1 cara hidup yam tranformasinya tampak dimatanya.
<“Teheran Diaries – Laporan Pertempuran”[sehingga ditimpa>
”Teheran Book di Terebmit”
The documentary – THE jUTE WAPPEND:
Bara.”,TE HEBound E N-