Desain Rumah Impian Seorang Visioner Teknologi Berusia 87 Tahun

Pasangan itu sebelumnya sudah menemukan kesamaan minat yang kuat pada rumah-rumah tak lazim dan proyek-proyek besar. Pada tahun 1982, dengan impulsif mereka membayar 8.000 dolar untuk kerangka sebuah kapal tunda kayu yang sudah bobrok. “Kayunya sangat lapuk, kamu bisa mengambil segenggam dari dinding kapal itu dengan tangan kosong,” tulis Brand dalam How Buildings Learn. Kapal tunda bernama Mirene itu dibangun pada tahun 1912 di Coos Bay, Oregon, dan setelah karier panjang mengangkut kargo serta mendorong kapal-kapal lain, akhirnya berlabuh di kawasan tepi air Sausalito. Brand dan Phelan mendengar tentang seorang tukang bangunan lokal bernama Pete Retondo, lalu mendayung perahu kecil ke rumahnya di tepi air untuk meminta bantuan. Retondo saat itu belum tersertifikasi sebagai arsitek, tetapi ia memimpin kru yang akhirnya membangun ulang Mirene menjadi sebuah harta karun yang indah, dengan interior kayu yang dipernis serta dapur yang serbaguna.

Mereka pindah ke kapal tunda itu, dan pada Oktober 1983, mereka menikah. Mirene adalah rumah yang penuh suka cita. Meja makannya berasal dari kapal di dekat tempat Otis Redding pernah tinggal; menurut legenda, Redding menulis “(Sittin’ on) the Dock of the Bay” di atas meja itu. Bagian ruang tamu, yang menghadap ke haluan, memiliki rak buku yang banyak, dua kursi malas dari kulit, dan sebuah kompor kayu. Setiap Hari Tahun Baru, Brand dan Phelan berlayar mengelilingi Teluk San Fransisco dan mengundang tetangga-tetangga mereka untuk ikut serta. Tepi air itu dipenuhi pasangan muda seperti mereka. “Banyak pesta, orang-orang melompat dari kapal mereka ke air, banyak ketelanjangan,” ujar Phelan.

Brand dan Phelan membawa kapal tunda itu dalam salah satu pelayaran terakhir mereka di Teluk San Francisco.

MEMBACA  Razia Rumah Warga di Pesisir Situbondo, Polisi Sita 524 Botol Minuman Keras Jenis Arak
Maggie Shannon

Ada saja kekurangannya. Kapal tunda adalah latihan berkelanjutan dalam… perawatan. Dan kesabaran. Kamar tidur mereka yang berdinding kayu berada di rumah kemudi, dan mereka harus menaiki tangga dari luar untuk mencapainya. “Setelah sekitar satu dekade, hampir semua orang yang hidup di atas rumah perahu menginginkan apa? Tanah,” kata Phelan.

Suatu hari pada tahun 2005, Brand dan Phelan sedang berlayar dengan Mirene di Sungai Petaluma ketika mereka melihat sebuah properti indah, sebuah peternakan kuda yang baru saja melewati lahan rawa. Tempat itu tampak sudah ditinggalkan. “Stewart dan aku melihat rumah pertanian yang terlihat terbengkalai tu, dan sebuah gudang jerami yang sangat besar dengan atap yang mulai ambruk. Dan kami berdua berkata, ‘Ya ampun, kalau kami pun mau membeli suatu properti, di sinilah tempatnya, tepat di sepanjang sungai ini.'”

Tinggalkan komentar