Produksi Pabrik AS Stagnan di Bulan Mei; Investasi AI Dukung Manufaktur

Oleh Lucia Mutikani

WASHINGTON, 15 Juni (Reuters) – Produksi pabrik di AS eh ternyata tidak berubah di bulan Mei, setelah naik beberapa bulan sebelumnya. Beberapa ekonom bilang ini karena perusahaan bangun banyak stok, takut langka dan harga naik akibat perang di Timur Tengah.

Meskipun hasil produksi datar seperti yang dilapor Federal Reserve hari Senin, ada booming belanja artificial intelligence (AI) oleh perusahaan. Ini bantuin manufaktur untuk tetap hidup, melawan efek dari tarif impor dan juga kenaikan harga minyak baru-baru ini. Insentif pajak buat beli peralatan juga bantu sektor ini.

Survey lain dari New York Fed tunjukin waktu pengiriman dari pabrik di New York jadi lebih lama di bulan Juni, dan ketersediaan pasokan turun ke level terndah dalam empat tahun. AS dan Iran hari Minggu setuju untuk akhiri perang dan buka kembali Selat Hormuz, tapi kesepakatan mungkin tergantung pada gencatan senjata di Lebanon.

"Banyak perusahaan takut sejak Februari bahwa tutupnya Selat Hormuz mendadak bakal ganggu rantai pasok menjelang akhir tahun, makanya mereka pesan barang dari pabrik lebih awal," kata Samuel Tombs, kepala ekonom AS di Pantheon Macroeconomics.

Produksi manufaktur naik 0,7% di April (angka direvisi ke atas). Produksi juga naik 0,2% di Maret setelah naik 0,7% di Februari. Ekonom yang disurvey Reuters dulu perkira produksi sektor ini (yang mencakup 9,4% ekonomi) bakal naik 0,2%, padahal sebelumnya naik 0,6% di April.

Hasil pabrik naik 1,4% secara tahunan di bulan Mei. Barang tahan lama naik 0,8%, dengan kendaraan & suku cadang naik 1, % setelah rebound 3,3% di April. Produksi komputer & elektronik naik 0,9%, dan naik 103% secara tahunan.

MEMBACA  Pengelola Aset Senilai $900 Juta Ungkap Jurus Investasi yang Wajib Dikuasai: 'Andai Diajarkan Lebih Banyak di Sekolah'

Produksi alat listrik, perlengkapan, dan komponen naik 0,5%. Produksi alat komunikasi naik 0,7%, dan semikonduktor serta komponen elektronik naik 24% setelah naik 2,8% di April. Barang-barang ini naik 145% secara tahunan.

Belanja AI berkontrisbusi besar ke pertumbuhan ekonomi 1,6% (tahunan) di kuartal pertama.

"Meskipun sebagai besar investasi ini diimpor, produksi domestik barang ini juga naik, mungkin bakal terus nambahin jumlah aktivitas total dalam beberapa bulan ke depan," kata Veronica Clark, ekonom di Citigroup.

PRODUKSI BARANG TIDAK TAHAN LAMA TURUN

Bulan lalu juga ada kenaikan di produksi kayu, mineral bukan logam, logam dasar, produk logam olahan, antariksa dan alat transfortasi lainnya, serta mebel.

Tapi kekuatannya di balikin oleh penurunan 0, 9% di produksi barang tak tahan lama. Produksi makanan, minuman, dan tembakau turun 5%. Ada semua penurunan di produk minyak & batu bara, kimia, dan plastik serta karet.

Empire State Manufacturing Survey dari New York Fed nilainya turun da sekitar 14 poin jadi 5.7 bulan ini. Waduh, kondisi bisnis makin buruk dan pasokan makin langka. Satu factor penting buat masalah Inflasi bakal Jadi tekanan masalah daya tahan pasar kerja di periode Depan, lah.</just_info P)

Tinggalkan komentar