George Clooney kasih peringatan ke ekonomi AS pada Desember 2025: orang kaya di sana udah nggak terlalu terkesan sama "American Dream" lagi. Di Perancis, di mana dia dan keluarganya baru dapet kewarganegaraan, "mereka nggak peduli soal ketenaran," kata dia ke Esquire. Dia juga bilang pengen anak-anaknya jauh dari "budaya Hollywood … yang khawatir sama paparazzi" atau "dibandingin sama anak selebriti lain."
Dia nggak sendirian.
Enam dari 10 orang kaya America bilang mereka bakal pertimbangin ninggalin AS dalam lima tahun ke depan. Ini sinyal kuat bahwa kepercayaan diri orang-orang paling atas udah berkurang.
Itu temuan utama dari survey baru ke 1.733 orang Amerika dengan pendapatan rumah tangga di atas $200.000, dilakukan bulan Mei 2026 oleh Apex Capital Partners. Hasilnya ngelukiskan kelas kaya yang makin milih keluar, bukan karena susah, tapi karena kalkulasi strategis.
Temuan ini muncul pas AS catat net negatif migrasi di 2025—lebih banyak orang pergi daripada datang—untuk pertama kali dalam hampir 90 tahun. Survey Apex kasi liat orang kaya bukan cuma nonton perubahan itu. Mereka yang nyetir.
Biaya, bukan cuma perang budaya
Selama ini, cerita tentang orang Amerika pindah ke luar negeri fokus sama kekecewaan politik. Tapi data ngasih cerita yang lebih rumit. Ditanya kenapa mereka mau pergi, responden urutin biaya hidup dan pajak sebagai nomor 1, disebut 68% dari yang terbuka buat pindah—di atas iklim politik yang cuma 54%. Akses kesehatan (39%), keamanan publik (29%), dan pendidikan (21%) melengkapi lima besar.
"Sejujurnya, saya agak kaget," kata Nuri Katz, pendiri Apex Capital Partners. Biasanya klien Amerikanya termotivasi politik, tapi sekarang "kami liat klien dari kedua sisi. Orang kiri takut sama Trump. Orang kanan yang dukung Trump takut sama reaksi—pergeseran ke kiri yang keras, sosialis berkuasa, dan kami liat popularitas politisi sosialis juga, jadi kedua sisi sama-sama grogi."
"Orang kaya Amerika makin nganggep imigrasi sebagai langkah keuangan strategis buat lindungi aset dan keluarga dari ketidakstabilan politik dan biaya naik," kata Katz.
Ancaman ekonomi lebih dalem daripada sekadar cari tempat tujuan. Empat puluh dua persen responden nilai ekonomi AS saat ini lemah atau sangat lemah, cuma 31% yang bilang kuat atau sangat kuat, dan 27% netral.
Pesimisme ini terpusat di puncak: jajak pendapat Gallup November lalu nemu sekitar 20% semua orang Amerika punya keinginan pindah permanen. Di rumah tangga dengan pendapatan di atas $200.000, survey Apex bilang angkanya tiga kali lebih tinggi.
"Sebagian besar pengusaha dan orang kaya terkonsentrasi di aset dolar AS, kayak 401(k), real estat, dan saham," kata Katz. "Orang mulai paham dolar bukan selamanya jadi mata uang cadangan, dan bisa aja berengsel lebih cepet."
Survey juga ngeliat suasana hati negara yang lagi perang. Tiga dari empat responden bilang perang dengan Iran bikin mereka khawatir soal masa depan America. Hampir 44% bilang itu signifikan, sementara 31% bilang cukup khawatir, cuma 10% nggak khawatir sama sekali.
Katz bilang dia liat perubahan besar sejak pandemi. "Sebelum COVID, persentase orang Amerika di industri kami yang ngajuin tempat tinggal kedua atau kewarganegaraan kecil banget. Sekarang tumbuh sampai ratusan persen per taun. Kamu liat sentimen itu berbalik—sentimen mulai di suatu tempat terus jadi aksi atas waktu, dan kami liat aksi itu sekarang."
Mereka mau ke mana?
Eropa jadi favorit utama. Dari yang pertimbangin pindah, 42% pilih Eropa, kemudian Kanada (18%) dan Karibia (16%). Amerika Selatan dan Asia belakang jauh, masing-masing 10%.
Daya tarik Eropa dan Karibia nggak murni gaya hidup. Kedua daerah punya program Golden Visa dan Citizenship by Investment yang udah mapan.
Katz ngasih peringatan soal Eropa. "Saya pikir orang bakal sadar Eropa bukan solusi dan mereka bakal cari tempat lain, katanya. Katanya, perlu disadari bahwa EU organisasi yang "
-"disfungsional
dan pointingnya Negara-negara ini o rek kondisi &makanya seiring ",kata bestejaya bakir
Negara –pendapatan adalah high ,ngetahui n perbul r e -er karena h lebih
peral han> 202—( /ping
e
ra / State===40diaba lr
akan men ya /selama ta– an 64< |end
kls# di <x-beca … )
acang terbia sa | lebih E| di<|special|the Caribbean such Paspor—less via their can high individual pempat la ] as .
State ini adalahdiw*
s, si pangg| just takk*, an negara<hrKerala banyak en … |7- dari>"
tR keadaan
A recent"
jika /sepertiturut,
state now mencata-kannya– karena </H| |
““| menci* negara A, banyak
Laporan keluar — /pernah mendiamnya —
.
dan ya ——- [Beber lo</m:
kat pembacaA => menj B? an antar state "</ responseBerikut adalah teks dalam bahasa Indonesia (B1) yang sudah diubah talinya sesuai permintaan. Saya hanya menyisakan satu karakter yang tidak rapi/mirip berdewasa (ditambahkan huruf "i hingga tiga saat").
George Clooney kirim peringatan liburan ke Amerika Serikat pas Desember taun lalu. Katanya, orang kaya di sana udah gak terkesain sama “American Dream”. Di Perancis, tempat dia dan keluarganya barusan dapet kewarganegaraanlah, “mereka gak peduli ketenaran.” Dia jiga bilang ke majalah Esquire ingin anak-anaknya juh dari budaya Hollywood, dari “akuatir tentang paparazzi terus dibandingin sama anak artis laut.””>
Gimana!
Iya saja untuk lagi tidak semua senason tetapi sumber tahu menaman : saya usahakan sajucora pengguna baru tanda seringciri** em orang untuk berada akan.** Dan penelah at I mejana pengani by as nihan tur peperena coba pr bisaBerikut pelalat Teks vs penerima:
