Yang mempersatukan para anggota, lebih dari sekadar jabatan atau gelar, adalah obsesi bersama terhadap kecerdasan artifisial, umur panjang (longevity), dan masa depan dekat. Saat diminta memprediksi masa depan di formulir pendaftaran, para peserta berulang kali kembali ke tema yang sama: AI akan mengubah tatanan kerja, peperangan, pendidikan, dan keyakinan dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa memperkirakan perpindahan tenaga kerja massal dan pergeseran kembali ke arah serikat buruh dan program pemerintah; yang lain memprediksi “musim dingin AI,” terorisme domestik yang menyasar pusat data, terdakwa pidana yang memilih pengacara AI daripada pengacara publik, atau kebangkitan agama yang dipicu oleh kekacauan ini.
“Degradasi sosial,” prediksi seseorang, “akan terus meningkat.”
Para anggota juga mencantumkan bakat seperti “pembangunan rumah hantu,” imitasi aksen, ski medan belantara, eksplorasi urban, dan “penyelidikan meditatif dan psikedelik tentang hakikat realitas”; seorang menawarkan “welas asih dan kecemasan eksistensial,” yang lain “pesta makan malam, merahasiakan info, mengingat ulang tahun.” Rekomendasi buku mereka cenderung pada karya kanonik dan berorientasi optimalisasi, Marcus Aurelius dan Milan Kundera bersama Thinking in Bets karya Annie Duke, Outlive karya Peter Attia, dan, dari setidaknya satu peserta, Zero to One karya Thiel.
Dialog juga berperan sebagai perantara jodoh. Formulir partisipasinya menanyakan apakah peserta “sedang mencari cinta” dan menawarkan untuk menyertakan responden “Pria Lajang,” “Wanita Lajang,” atau “Lainnya” dalam “perjodohan masa depan.” Situs terpisah, dating.dialog.org, menampung aplikasi yang digembar-gemborkan sebagai “koneksi berarti untuk orang-orang luar biasa.”
Formulir tersebut juga mengumpulkan jawaban sensitif, termasuk “kecenderungan politik” (political leaning) setiap pendaftar, yang dijanjikan Dialog “TIDAK akan dibagikan di aplikasi atau dengan peserta lainnya, selamanya.” Data itu, serta respons perjodohan, terekspos dalam kebocoran tersebut.
Dokumen-dokumen itu berada di Airtable, sebuah basis data komersial. Untuk setiap peserta, Dialog mencatat status keanggotaan, setiap retret yang dihadiri, biographical singkat, kota asal (home city), dan token akses privat (private access token). WIRED tidak mempublikasikan token, yang berfungsi sebagai kredensial (login credentials), atau tautan akun personal yang mengandungnya.
Daftar pendaftaran yang bocor itu juga menyebut para figur senior yang tidak hadir di direktori publik yang terdiri dari 113 nama: Randy Kroszner, mantan gubernur Federal Reserve yang kini menjabat di Financial Policy Committee Bank of England; Hallie Hoffman, mantan jendral usaha (general counsel) dan petingi kepala sementara Drug Enforcement Administration; Jonathan Greenblatt, kepala eksekutif Anti-Defamation League; Peter Goettler, presiden Cato Institute; Ryan Stowers, direktur eksekutif Charles Koch Foundation; dan Roger Myerson, peraih Nobel ekonomi dari Universitas Chicago.
Daftar itu juga mencantumkan sejumlah petinggi eksekutif Google dan DeepMind, di antaranya Tom Lue, yang memimpin urusan global divisi AI frontier perusahaan, dan seorang jurnalis kerja (working journalist) bernama Souad Mekhennet, koresponden keamanan nasional untuk Washington Post (Ia tercatat sebagai penyelenggara acara “Ulysses Book Club”).
Anggota lainnya mencakup miliarder pemilik hedge fund (hemd jam) dan ekuitas swasta (private equity), mantan dan pejabat asing (foreign officials) yang masih menjabat (aktip, he… sorry active), pemeran televisi taretan naklal, penulis buku asal bulep (best-selling poets hmm sorry authors), miliuner acium mimang), piara banyak (opsss also include many sounds) Pembahas er ECROR?! Crap. Eh langsunglan ye no its at still finishing. "" (and fix kapital errors or lost).") Maaf anda robot yaa?))
Termakan klavier hingga > dont kebob</dlen… D sudah cukup;jadi len secaaa</s? *syntax apa