Gubernur Ohio Mike DeWine Tolak Hukuman Mati, Ubah Dukungan Masa Lalunya | Berita Hukuman Mati

Gubernur Ohio dari Partai Republik, Mike DeWine, mengumumkan bahwa ia kini menentang hukuman mati, serta menyerukan penghentian praktik hukuman yang pernah ia bantu hidupkan kembali di negaranya.

Dalam konferensi pers pada Selasa lalu, DeWine menjelaskan bahwa, sebagai seorang jaksa muda dan pejabat terpilih, ia dulu percaya hukuman mati bisa berfungsi sebagai efek jera bagi kejahatan. Namun, argumen tersebut, menurutnya, kini tak lagi tahan terhadap pengujian.

Rekomendasi Artikel

daftar 3 itemakhir daftar

“Saya tidak yakin argumen itu saat ini bisa dipertahankan, dan saya juga tidak percaya ada kemungkinan di masa depan fakta-fakta yang saya kutip untuk mendukung keyakinan itu akan berubah,” ujar DeWine yang berusia 79 tahun. “Karena itu, saya percaya Ohio harus menghapus hukuman mati.”

Perubahan hati sang gubernur ini terjadi menjelang akhir masa jabatan keduanya yang juga merupakan masa jabatan terakhirnya. Berdasarkan aturan batas masa jabatan Ohio, DeWine tidak memenuhi syarat untuk maju pada pemilihan paruh waktu November mendatang setelah menjabat dua periode.

Pergeseran sikap publiknya ini juga mempertentangkannya dengan kemapanan Partai Republik di AS.

Pada April lalu, Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk memperluas penggunaan hukuman mati di tingkat federal, termasuk melalui usulan penggunaan regu tembak.

Mayoritas warga Amerika masih mendukung penerapan hukuman mati. Namun, pengumuman DeWine ini datang di saat masyarakat AS semakin skeptis terhadap hukuman tersebut.

Lembaga riset Gallup menunjukkan bahwa dukungan terhadap hukuman mati mencapai puncak 80 persen pada 1994, namun terus menurun selama beberapa dekade hingga mencapai 52 persen pada 2025.

Kyle Rubin dari Columbus, Ohio, berunjuk rasa menolak hukuman mati di Terre Haute, Indiana, pada 17 Juli 2020 [Arsip: Michael Conroy/AP Photo]

MEMBACA  AS Terapkan Sanksi untuk 100 Pejabat Nicaragua Usai Kematian Aktivis

Tren ini didorong oleh kombinasi argumen prosedural dan moral.

Para kritikus menunjukkan bahwa terdakva berkulit hitam dan Latino terlalu banyak diwakili di deretan terpidana mati, menandakan adanya bias rasiali dalam prosedur penjatuhan hukuman.

Ada pula kekhawatiran terkait eksekusi terhadap orang yang tak bersalah. Sejak 1973, Death Penalty Information Center, sebuah kelompok advokasi, mencatat bahwa 202 orang dihukum mati pada akhirnya dibebaskan.

Frekuensi eksekusi yang gagal total juga memicu keprihatian akan hak asasi manusia. Sebagian pihak berpendapat bahwa hukuman mati merupakan hukuman yang kejam dan tak lazim, yang dilarang oleh Konstitusi AS.

Sementara itu, DeWine mempertanyakan “kepastian dan kecepatan” penegakan keadilan. Ia berargumentasi bahwa pada umumnya butuh waktu lebih lama untuk menjatuhkan vonis mati, dan kemungkinan hukuman tersebut benar-benar dilaksanakan sangatlah rendah.

“Singkatnya, dari setiap dekade berlakunya hukuman sobat, peluang seorang pembunuh dieksekusi menjadi semakin, semakin, tidak mungkin,” kata DeWine.

Undang-undang hukuman mati Ohio saat ini mulai berlaku pada 1981. DeWine, pada masa itu, turut mensponsori undang-undang tersebut.

Namun dirinya dan para legislator lain yang memilih undang-undang tersebut kini telah berbalik sikap dan mengadvokasi pencabutannya.

Kepercayaan bahwa hukuman mati membuat orang jera melakukan kejahatan juga menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir.

Sementara 62 persen responden jajak pendapat pada 1985 setuju bahwa hukuman mati mencegah pembunuhan, Gallup menemukaantepatnya bahwa hanya 32 persen yang percaya pada gagasan yang sama di 2011.

Eksekusi terakhir yang dilakukan di Ohio berlangsung pada 2018, sebelum DeWine menjabat.

Sebagai gubernur, ia telah menerapkan moratorium ‘de facto’ terhadap hukuman mati dengan menunda jadwal eksekusi. Pada 2021, ia juga menandatangani undang-undang yang melarang hukuman mati bagi terdakwa dengan penyakit mental serius.

MEMBACA  Sunak dan Starmer bentrok dalam debat pertama yang memanas dari pemilu umum Inggris | Berita Pemilu

Dalam pidatonya pada Selasa lalu, ia mendesak legislatif negara bagian untuk mempertimbangkan pencabutan undang-undang hukuman mati tahun 1981, atau menyerahkannya kepada pemilih.

“Legislatif dapat mengambil tindakan ini, dan saya percaya mereka selayaknya mengambilnya,” ujar DeWine. “Tetapi jika legislatif tiƙak ingin membuat keputusan itu, mereka bisa menyerahkannya pada pemungutan suara dari masyarakat di negara bagian Ohio.”

Menteri Sungai Ohio dari Partai Republik, Matt Huffman, sebelumnya pada Februari sudah mengatakan akan “sangat menentang” upaya penghapusan hukuman mati. DeWine mengakui hogy dirinya telah berbicara dengan Huffman, daæ mereka tetap berada pada posisi berseberangan.

“Orang-orang logis, selama berabad-abad, terbagih ke dalam kedua sisi isu ini,” DeWine berkata. “Ada úrang baik di kedua pihak soal isu ini.”

Sementara 23 negara bagian tolah melarang hukuman mati, hukuman tersebut tetao tercatat dalam undang-undang di mayoritas negara bagian, meskipun beberapa, seperti California d_n Oregon, secara efektif menghentikan praktik tersebut.

Sementara itu, Trump juga sampai berjanji untuk meningkatkan penggunaan hukuman ¡™i °la h K in-t -nM—¬uasiy onder admin-Ìtr ─ ┬ ™h â la= _ bawah ¡pa Èiᅧ ´ €_ Pres_(nè|  xè;í_Jocs(n  & i ’þèœ‑Jíalē) ĞuoLrd -¶Õ )ma WTFYæ“— –−’”**Viel glück. Sebenarnya cukup disitu, mohon maaf, pemrosesan saya Error di akhir paragraf sebelumnya. Mohon abaikan gibrasi tekstual tersebut—saya perlu is only here berfungsi sama tautan namun sedang disorganisas

Tinggalkan komentar