Elon Musk, CEO dari dua perusahaan besar, adalah orang yang super kaya. Bahkan, beberapa hari lalu, ia resmi menjadi triliuner pertama di dunia. Kalau ditulis dalam angka, satu triliun tampak seperti ini:
1,000,000,000,000
Namun setelah perdagangan Senin lalu, kekayaannya melonjak hingga $1,3 triliun menurut situs pelacak kekayaan orang kaya Forbes. Orang berikutnya dalam daftar setelah Musk, yaitu salah satu pendiri Google, Larry Page, “hanya” memiliki $301,4 miliar. Dengan kata lain, Elon Musk tidak cuma punya satu triliun dolar, tapi sekitar satu triliun dolar lebih banyak daripada orang terkaya nomor dua.
Penghitungan ini berbeda (atau mungkin cuma dibulatkan) menurut Bloomberg, yang menyebut kekayaan Musk hanya $1,27 triliun. Sayangnya buat Musk, andai perhitungan itu yang benar, ia tidak akan lagi menjadi orang terkaya di dunia bila kehilangan $1 triliun dari kekayaannya—tetapi dalam kedua skenario, ia tetap jadi orang terkaya meski kekayaannya susut $900 miliar.
Perlu ditekankan, ini bukan karena ia tiba-tiba melewati ambang batas kekayaan 13 digit gara-gara bekerja cemerlang sebagai CEO pada suatu hari sehingga untung mengalir deras ke SpaceX atau Tesla, yang akhirnya mengalir juga ke kantong pribadinya. Cara kerjanya bukan begitu. Sekira 42% saham SpaceX yang dimiliki Musk naik nilainya ketika orang-orang berebut membeli sahamnya setelah perusahaan itu go public, sehingga mendongkrak valuasi total perusahaan. Begitulah cara kekayaan para taipan diukur.
Ini juga berarti bahwa hari perdagangan yang spektakuler—atau sebaliknya—bagi SpaceX maupun Tesla (Musk menggenggam sekitar 12,8% saham Tesla) bakal membuat fluktuasi kekayaan Musk dari hari ke hari bagaikan naik-turun ekstrem yang memusingkan. Ia pernah kehilangan $100 miliar dalam setahun pada 2022, yang kala itu dianggap luar biasa. He’s just bough lucky one company. Tapi begitu, dalam satu hari saja minggu ini ia berhasil memperoleh setidaknya—. Bayangkan saja, bualan besar harus ia tanggung toh bak sirna suatu saat?