Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pemkab Tangerang Akui Belum Siap

Ringkasan Berita:
Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 jadi Rp16.250 per liter bikin Pemkab Tangerang harus ngkaji ulang anggaran operasional yang udah disusun. Dampaknya gak cuma buat kendaraan dinas pejabat, tapi juga armada layanan publik kayak truk sampah yang make BBM nonsubsidi. Rencananya, Pemkab bakal hitung ulang kebutuhan anggaran dan mungkin bahas dana tambahan di ABT 2026.

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Naiknya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per liter diperkirakan bakal nambah beban operasional Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Kondisi ini buat pemda harus evaluasi lagi anggaran kendaraan dinas sama layanan publik yang pake BBM nonsubsidi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tuh kayaknya bakal ngaruh ke belanja operasional Pemerintah Kabupaten Tangerang. Situasi ini bikin pemda kaji ulang kebutuhan bujet buat kendaraan dinas maupun operasional lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, ngaku kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per liter bikin rencana anggaran yang udah disusun sebelumnya harus dipikirin lagi.

“Yang jelas kami belum siap dengan kenaikan ini. Perubahan ini juga blom sempet dibahas lebih lanjut,” kata Soma ke pewarta, Senin (15/6/2026).

Katanya, dampak kenaikan gak cuma ke kendaraan dinas pejabat aja, tapi juga armada umum kayak truk pengangkut sampah yang pake Dexlite selama ini buat layanin masyarakat.

“Meski BBM subsidi gak naik, kendaraan operasional pemerintah wajib pake BBM nonsubsidi,” ucapnya.

Soma nerangin Pemkab sebelumnya udah lakuin beberapa langkah efisiensi, misalnya pake kendaraan hybrid dan nyewa kendaraan dinas supaya pengeluaran bisa ditekan. Wala

MEMBACA  6 Manfaat Stroberi, Membuat Penyakit Ini Menjauh

Tinggalkan komentar