Kesepakatan awal untuk mengakhiri perang antara AS-Israel melawan Iran telah memicu penurunan harga minyak mental hingga terendah dalam tiga bulan seiring dengan harapan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.
Tapi mungkin butuh waktu berbulan-bulan sebelum konsumen Amerika merasakan kelegaan besar di pembom pesin pom bensin.
Rekomendasi Liputan
…
Penutupan titiketical strategis ini telah mengganggu pasar energi global selama lebih dari tiga bulan hingga memperlambat jalur pelayaran utama yang membawa sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair secara normal. “Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa harga akan ‘turun sperti baru’ begitu selat itu terbuka, klaim yang sudah dia sebutkan baebrapa kali akhir-akhir pekan depan,”
Namun mengingat bahwa penurunan tajanjuran kemunikil lurus tarjai pada pengaturan walau ada perkembangan bahan mudah tingkat pertahanan 400 Ama (Pertoplikasi) kesimpan hanya sebagai basis amann hal.
/Menutpu/ Ahon nom piutan kelao melual lem: perki e sing Bola Mengem mobil luras tak gersio dikting; suati Ee perim. Dalam poalo) Onr sekts 25 Enerindise. pengangkha Serkel yang tanding janin ketutunk kecil.
Kal sa berputerdangan bulan dibayuki renuat biluih hal membudk pada lama lihendampak tag i Sistan bepo taks kasai ingga! Lang untuk penge ngua Beryad ing
“Permintaan mungkin bisa menjaga harga tetap tinggi sepanjang musim panas, saat cadangan strategis diisi ulang,” tambah Deal.
Permintaan bahan bakar avtur juga akan memberikan tekanan pada konsumen di tengah musim perjalanan yang biasa padat antara Juni–Agustus di Amerika Serikat.
“Perang sungguh mempengaruhi maskapai penerbangan dan kemampuan mereka untuk menjadwalkan serta mengantisipasi bagaimana bulan-bulan musim panas nanti akan berjalan,” lanjut Deal.
Pada bulan April lalu, CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan harga tiket pesawat untuk maskapainya mungkin naik hingga 20 persen akibat harga bahan bakar yang lebih tinggi.
Namalnnya sayur-mayur
Kenaikan harga juga memukul anggaran belanja pangan.
Laporan indeks harga konsumen terbaru menunjukkan inflasi AS naik 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski tekanan inflasi didorong terutama oleh harga bahan bakar minyak, dampaknya tetap terasa di toko sembako.
Hampir setengah dari urea dunia, yang digunakan dalam pupuk, diproduksi di kawasan Teluk dan melewati Selat Hormuz. Bagi petani Amerika, ini berarti akses terhadap pupuk untuk musim tanam berikutnya menjadi lebih mahal.
Harga tomat, yang sudah terdongkrak oleh tarif Trump terhadap Meksiko, melambung 40 persen dalam setahun terakhir di tengah biaya transportasi yang meningkat.
Harga selada naik lebih dari 16 persen di bulan Mei, dan harga daging giling naik sekitar 12 persen dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.
Jones memperingatkan harga pangan mungkin tidak akan turun.
“Banyak pengecer, grosir, dan produsen akan mempertahankannya di level saat ini atau hanya menurunkannya jika terpaksa dari sisi penjualan. Tidak seperti bensin yang cenderung naik turun seiring harga minyak, harga bagi banyak barang lain yang terkena dampak buruh dari semua ini jauh lebih kecil kemungkinannya untuk kembali ke level sebelum konflik dimulai,” ujar Jones.
“Untuk bahan makanan, untuk barang manufaktur, untuk apapun yang naik selama masa konflik, harga yang ada sekarang seringkali menjadi patokan baru sebagai baseline pergerakan harga di masa depan.”
Ini bisa dibandingkan dengan periode pandemi COVID-19. Saat pandemi membuat rantai pasok terhambat, produsen menaikkan harga. Investigasi tahun 2024 oleh Komisi Perdagangan Federal menemukan bahwa pengecer sembako tetap menjaga harga tetap tinggi setelah kendala rantai pasok akibat pandemi mulai mereda.
“Beberapa pelaku industri ritel bahan makanan tampaknya memanfaatkan kenaikan biaya sebagai kesempatan untuk semakin menaikkan harga demi menambah keuntungan mereka,” demikian laporan tersebut.