Demonstrasi Mahasiswa: Istana Serukan Dukungan Rakyat untuk Prabowo, Bukan Aksi Protes

(English version not provided)

JAKARTA, WARTAKOTALIVECOM — Pemerintah ngak nutup mata sama kritik yang disampein publik lewat aksi demo di beberapa daerah belakangan ini.

Berbagai tuntutan soal kenaikan harga BBM, kebijakan efisiensi anggaran, sampe program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang bakal jadi bahan evaluasi pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari bilang Presiden Prabowo Subianto sekarang lagi jalanin agenda pembenahan sistem yang lebih mendasar lewat apa yang dia sebut reformasi jilid dua.

Menurut Qodari, langkah pemerintah bukan cuma ngurusin masalah jangka pendek, tapi memperbaikki struktur ekonomi yang selama ini belum ngasih manfaat merata ke masyarakat.

“Pak Prabowo itu pemimpin reformasi jilid dua. Beliau lagi ngelakuin reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia. Struktur yang selama ini nguntungin elite aja, struktur yang memungkinkan elite tertentu bawa kabur uang negara. Itu dikoreksi sama Pak Prabowo,” kata Qodari dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

Pernyataan ini dia sampaain sebagai respon atas gelombang aksi mahasiswa di beberapa daerah.

Dalam aksi itu, mahasiswa kirim kritik ke sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari Penyesuaian harga BBM, efisiensi anggaran kementerian dan lembaga, sampe Program MBG yang jadi program Unggulan Prabowo.

Qodari negesin pemerintah ngak ngeliat demo sebagai ancaman. Menurutnya, aspirasi yang muncul di publik adalah bagian dari mekenisme demokrasi yang sehat.

Penyampaia pendapat di muka umum itu hak konstitusional yang harus dihormati. Karena itu, pemerintah terbuka dengan masukan dan kritik masyarakat.

Dia bilang, kebijakan yang jalan sekarang tujuannya memperkuat fondasi ekonomi nasional biar lebih adil dan ngak dikuasai kelompok tertentu yang selama ini dapet untung gede.

MEMBACA  Pendapatan Premi IFG Meningkat Tiga Kali Lipat hingga April 2024, Lihat Darimana Sumbernya

Qodari juga nambahin, agenda Reformasi yang dijalanin Presiden Prabowo butuh waktu buat keliatan hasilnya. Jadi, pemerintah minta masyarakat liat kebijakan secara lebih utuh dan dalam kerangka perubahan jangka panjang.

“Yang dilakukan pemerintah ya membangun sistem yang lebih sehat, lebih adik, dan berpihak sama kepentingan rakyat,” ujarnya.

Di tengah kritik yang bermunculan, pemerintah pastiin bakal terus buka dialog dengan sama elemen masyarakat dan mahasiswa.

Aspirasi yang disampaikan melalui demo katanya mau jadi Masukan penting buat kebijakan ke depan.

Tinggalkan komentar