Islamabad, Pakistan – Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa pada tahap akhir perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, terdapat beberapa momen di mana negosiasi tersebut tampak nyaris gagal total.
Setiap kali hal itu terjadi, katanya di hadapan Majelis Nasional pada Senin lalu,总是 ada Field Marshal Asim Munir, panglima militer Pakistan yang sangat berpengaruh, yang berhasil menjaga agar pembahasan tetap hidup.
Kisah Pilihan
daftar 4 itemakhir daftar
“Sepanjang periode ini, beliau terjaga siang dan malam,” ujar Sharif kepada para anggota parlemen, sambil menambahkan bahwa Munir telah “berkorban siang dan malam untuk memadamkan api perang”.
Banyak momen, kata dia, ketika “seolah-olah negosiasi akan macet,” namun panglima militer itu tidak pernah menyerah. “Jika perjalanan ini tidak dilanjut,” kata Sharif, “mimpi untuk meraih perdamaian pasti akan hancur.”
Pengakuan dengan tingkat detail yang tidak biasa untuk sebuah proses yang sepintas dilakukan di luar penglihatan publik ini menawarkan sekilas gambaran paling jelas tentang bagaimana Pakistan berhasil menarik sesuatu yang tadinya dianggap sebagai misi mustahil: menjadi perantara kesepakatan untuk mengakhiri