CEO Teknologi PHK 80% Karyawan Akibat Anggota Tim Menolak AI: Inilah Meluncur Petikanya

Kebanyak’an perusahaan pikir mereka punya masalah dengan adopsi AI. Sebenarnya tidak. Mereka punya masalah unlearning, kata China Widener, wakil ketua Deloitte.

“Kalo saya bilang, ‘Semua yang kamu tau tentang bikin spageti, tolong lupain,’ kamu pasti nganggep saya gila,” ujarnya. “Ini bukan soal hal yang gagal. Kami minta orang berenti ngelakuin hal yang udah [sudah] jalan selama 5, 10, atau 20 tahun, dan itu berhasil.”

Supaya adopsi AI berhasil, karyawan harus unlearn, relearn, dan belajar bareng-bareng, kata Widener di konferensi Fortune Brainstorm Tech minggu lalu. Masalah-nya [Masalahnya], walhasil, karena perusahaan lebih sibuk ngebelanjain uang buat tool AI dari pada ngebantu karyawan beradaptasi.

Widener ngasih contoh studi Deloitte yang nunjukin para eksekutif ngabis’in 93% dana AI buat teknologi, dan cuma 7% buat adopsi tenaga kerja. Eric Vaughan, CEO IgniteTech, lihat masalah-nya beda. Dia bilang masalahnya bukan soal uang, bukan juga kurang-nya keterampilan—tapi karyawan yang melawan.

Vaughan anak buahnya di PHK sekitar 80% karena mereka tolak make AI walau udah dilatih seta’hun. “Kami pake waktu libur seminggu sekali selama tiga [tiga] bulan demi siapa kami bisa naikin karir” justru ada lo yanh.

Apapun samasaja antara pengetahuan hingga mudarat."

(Versi yang hanya "symptom" bagian digital umurnya perlu format ulang. . –gimana bila kepala manusia telah itu dan itu bercerita dengan hubungan yang salah tetap) //
(kassih karakter warna serta tegu-h, dan terima.

Moga video bantu gambrak: lagi salah pulesn lan. Hilus!]

MEMBACA  Barclays Turunkan Target Harga Kimberly-Clark (KMB) Jadi $99 Akibat Tekanan Biaya Produksi

Tinggalkan komentar