Pemerintah AS secara diam-diam bersiap untuk membiarkan aturan yang menguraikan standar penggunaan dan operasi pusat data federal, yang dikenal sebagai Federal Data Center Enhancement Act (FDCEA), berakhir masa berlakunya, menurut sumber yang berbicara kepada WIRED. Baik Kongres maupun pemerintahan Trump tampaknya tidak bergerak signifikan untuk melindungi atau memperpanjang aturan tersebut, atau menyiapkan rencana alternatif.
Pusat data telah menjadi isu sensitif dalam beberapa bulan terakhir, seiring industri teknologi menggenjot kecerdasan buatan dan infrastruktur yang diperlukan untuk menyuplainya. Menurut jajak pendapat Gallup pada bulan Mei, lebih dari 70 persen warga Amerika menentang pembangunan pusat data, gedung yang boros energi dan air yang mendukung ledakan AI, di komunitas mereka. Dari Utah hingga Georgia, warga dari berbagai spektrum politik telah bersatu untuk menyuarakan perlawanan terhadap pembangunan pusat data secara besar-besaran.
Di tengah reaksi publik yang keras, Office of Management and Budget (OMB), badan pemerintah yang menyusun panduan bagi lembaga lain dalam menerapkan kebijakan sesuai agenda presiden, tidak menyediakan rencana apa pun tentang bagaimana lembaga federal harus mengelola masa berlaku aturan ini atau tetap melanjutkan pelaporan melampaui batas waktu undang-undang. Hal ini, menurut pekerja saat ini dan mantan pekerja di OMB dan General Services Administration (GSA), menandakan bahwa pemerintahan Trump siap untuk mengambil pendekatan yang semakin lepas tangan dalam pengawasan dan regulasi pusat data.
Pengganti untuk persyaratan yang tertuang dalam FDCEA, di masa pemerintahan lain, pasti sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan sebelum masa berlakunya habis. Seorang pegawai GSA, badan yang mengawasi layanan TI pemerintah dan bekerja sama dalam implementasi FDCEA, menyebut bahwa tidak adanya suatu rencana jelas adalah sesuatu yang sangat tidak biasa. Pegawai tersebut berbicara kepada WIRED dengan syarat anonimitas karena takut akan adanya tindakan balasan dalan bentuk apa pun.
“Tidak pernah terjadi sepanjang sejarah kebijakan pusat data bahwa suatu kebijakan berakhir masa lakunya tanpa ada kebijakan lain yang telah dengan susah payah disiapkan selama tiga tahun di belakang layar,” kata karyawan dari GSA tersebut. “Teknologi telah berubah
pesat sehingga bukan soal menentukan semauanya dengan benar, tetapi bagaimana melakukan yang terbaik dan memperbarui ke kebijakan yang baru. Mereka mengaku akan memastikan para perusahaan pasti membayar bagian pajak yang wajar, tetapi mereka tidak menjelelaskan bagaimana cara melakukannya.”
Dengan pemerintah federal terus mendorong lembaga-lembaga negara untuk mengadopsi alat-alat AI, permintaan akan pusat data serta infrastruktur teknis lainnya hanya akan terus meningkat. Electric Power Research Institute, sebuah organisasi riset nonpartisan. memperkirakankan bahwa pada tahun 2030, konsumsi listrik pusat-data di Amerika Serikat dapat mene capai setidaknya 9 persen.
WIRED telah menghubungi kantor tiga senator yang awalnya mengusung FDCEA mengenai apa, jika ada, rencana untuk mengganti atau memperbarui undang-undang ini.
“
Dalam tahun ini, muncul ledakan legislasi terkait pusat data di Kongres, mulai dari rancangan undang-undang yang mewajibkan
kajian lingkungan bagi pusat data hingga RUU yang dirancang untuk <a rel=”nofollow” href=”https://www.axios.com/2026/06/11/data-centers-” …… ll” belum me reka but at specifically membahas tentang regulterk perlu dim lannya…. you dar “None