Futurs saham AS naik dan harga minyak turun pada hari Minggu setelah AS dan Iran mengkonfirmasi mereka sudah mencapai kesepakatan untuk buka kembali Selat Hormuz, setelah beberapa minggu harapan yang kandas.
Futurs terkait indeks industri Dow Jones meloncat 267 poin, atau 0,52%. Futurs S&P 500 naik 0,79%, dan futurs Nasdaq melonjak 1,26%.
Futurs minyak AS turun 3,8% menjadi $81,65 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 3,4% menjadi $84,35. Emas naik 1,6% menjadi $4.307,30 per ons.
Dolar AS turun 0,35% terhadap euro dan turun 0,20% terhadap yen. Imbal hasil obligasi 10 tahun tetap datar di 4,483%.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang sudah selesai. Selamat untuk semuanya! Saya dengan ini mengizinkan penuh pembukaan gratis Selat Hormuz, dan, bersamaan dengan ini, mengizinkan penghapusan seketika blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di Dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” Trump posting di media sosial setengah jam sebelum futurs mulai diperdagakan di AS.
Tidak lama setelah itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bilang dalam sebuah posting di X, “Kesapakatan tercapai.” Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengkonfirmasi bahwa AS dan Iran akan tanda tangani secara resmi perjanjian itu pada hari Jumat di Jenewa.
Trump kemudian nambahin bahwa Selat Hormuz akan buka kembali pada hari Jumat saat perjanjian ditandatangani, dan menyarankan perlu waktu lebih untuk bersihin ranjau di jalur air sempit itu.
Pakistan, yang udah jadi mediator selama perundingan, bilang bahwa kedua negara akan tanda tangani perjanjian secara elektronik pada hari Minggu nanti.
Sejak AS dan Israel meluncurkan perang mereka terhadap Iran di akhir Februari, pasar global udah terhantam oleh gangguan minyak terbesar dalam sejarah karena Teheran menutup Selat Hormuz saat itu juga.
Sementara pasukan konvensional Iran udah hancur, Pengawal Revolusi Islam mereka masih punya kekuatan tempur yang cukup untuk menakuti pelayaran global.
AS belum bisa mengembalikan kebebasan navigasi penuh meskipun mereka udah buatin rute alternatif lewat selat itu untuk biarin sedikit minyak mengalir keluar dari Teluk Persia.
Meskipun kesepakatan yang diumumkan hari Minggu ini harusnya bikin lalu lintas di Selat Hormuz kembali normal, yang mewakili 20% dari aliran minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang, isu-isu paling kontroversial masih akan dinegosiasikan dalam 60 hari ke depan.
Contohnya, Iran udah minta keringanan sanksi dan akses ke aset beku mereka, sementara detail tentang bagaimana program nuklir Iran bakal diatur masih belum jelas.
Trump bilang sama Wall Street Journal bahwa Iran setuju untuk tidak mendapatkan senjata nuklir, tapi ekstraksi uranium diperkaya mereka bisa datang belakangan.
“Kita akan ambil debu nuklirnya nanti setelah kita siap untuk masuk dan lakuin itu. Saya rasa dalam satu atau dua bulan ke depan, gak usah buru-buru,” katanya.
Trump ngeyel bahwa Iran gak bakal terima uang tunai sebagai bagian dari kesepakatan, tapi nambahin bahwa sanksi bisa dicabut. Pejabat AS sebelumnya udah bilang bahwa sanksi bisa dikurangi secara bertahap saat Iran menepati janji nuklirnya.
Presiden juga menarik kembali salah satu prioritas awalnya untuk perang Iran. Beberapa jam setelah serangan udara dimulai, dia mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan rezim. Itu setelah dia memperingati Teheran agar jangan keras-keras terhadap protes massal yang mulai terjadi di akhir Desember.
Tentu saja, AS dan Israel udah membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya, tapi dia cepat digantikan oleh anaknya dengan kelompok garis keras lain yang naik ke posisi kepemimpinan.
“Soal perubahan rezim, saya gak pernah peduli. Ini adalah kelompok ketiga yang kami hadapi, dan ini kelompok yang paling rasional,” kata Trump ke Journal.