Film Terbaik 2026 & Tempat Menontonnya Kini

2026 cinema udah jadi perjalanan yang liar dari awal banget.

Januari kasih kita aksi yang bikin melongo dan kekacauan musikal lewat Greenland 2: Migration, The Rip, dan 28 Years Later: The Bone Temple. Febuari menghadirkan kisah cinta yang pedas, dengan Pillion dan “Wuthering Heights”; ada yang lebih baik, ada yang lebih buruk. Maret menghasilkan hit besar dengan Project Hail Mary dan bom box office yang mencengangkan, The Bride! April menampilkan film indie provokatif seperti Mother Mary dan The Drama, juga tontonan studio yang membosankan, The Super Mario Galaxy Movie. Lalu datanglah Mei dengan setan-setan, para penyihir, dan Hutt di The Devil Wears Prada 2, Hokum, dan The Mandalorian and Grogu.

Beberapa di antaranya sensasional. Beberapa lainnya meleset total. Di bawah ini, kita akan mengupas tontonan wajib tahun 2026. Entah kamu tergila-gila pada horor, hidup demi komedi, berkembang dengan fiksi ilmiah, atau mengagumi genre campuran, tahun ini punya sesuatu yang hebat buat kamu.

Ini dia film-film terbaik 2026 sejauh ini.

15. The Bride!

Sebagai penulis dan sutradara, Maggie Gyllenhaal berani ambil risiko besar dengan The Bride!, imajinasi ulang yang memusingkan dari monster Universal dalam The Bride of Frankenstein. Kritikus memberikan tanggapan beragam; dan meskipun dibintangi oleh pemenang Academy Award, Jessie Buckley dan Christian Bale sebagai mempelai perempuan serta pasangan monsternya, tawaran horor epik ini gagal di box office.

Tapi, dunia salah. Berlatar di Chicago tahun 1936, The Bride! menyuguhkan seorang gembel gangster (Buckley) yang dirasuki oleh Mary Shelley, penulis Frankenstein yang sudah lama meninggal tapi masih punya banyak hal untuk dikatakan. Maka dimulailah petualangan kejahatan ala Bonnie-and-Clyde bersama makhluk tergila yang mencintai musikal film. Hasilnya kacau, tidak menentu, dan sangat indah.

MEMBACA  13 Kebiasaan Orang yang Berani Mengambil Risiko secara Efektif

Rupanya, The Bride! bukan untuk semua orang. Tapi bagiku, film ini sensasional. Seperti yang kutulis di resensiku, “Gyllenhaal dan para pemainnya tidak sekadar membersihkan cerita klasik untuk meraup uang dengan aman. (Lihat saja, remake live-action Disney!) Mereka justru mencabik-cabik berbagai iterasi Frankenstein hingga hancur, lalu menciptakan sebuah mayat yang indah dari potongan-potongan itu, menghiasinya dengan elemen dari film lain tentang kekerasan, pemberotakan, dan pelecehan. Hasilnya adalah film yang benar-benar menggetarkan, pasti akan membangkitkan sesuatu di hati tua dan muda.” – K.P.

Pemeran: Jessie Buckley, Christian Bale, Peter Sarsgaard, Annette Bening, Jake Gyllenhaal, dan Penélope Cruz

Cara menonton: The Bride! kini streaming di HBO Max.

14. Sound of Falling

Sutradara Mascha Schilinski menjalin benang-benang masa kecil perempuan lintas generasi dalam Sound of Falling, sebuah epik yang tenang, kuat, dan luar biasa. Ditulis bersama Louise Peter, film kedua sutradara Jerman ini membawa kita ke dalam kehidupan empat karakter yang tinggal di rumah pertanian Jerman yang sama selama satu abad: Alma (Hanna Heckt) di tahun 1910-an, Erika (Lea Drinda) di tahun 1940-an, Angelika (Lena Urzendowsky) di tahun 1980-an, dan Lenka (Laeni Geiseler) di tahun 2020-an.

Setiap penampilan terasa internal dan kompleks. Schilinski memberikan keagenan yang layak kepada para perempuan ini dalam konteks yang seringkali menolaknya—dan pengalamannya dibingkai oleh tim produksi yang hebat. Seperti yang kutulis di bacaanku, “Menangkap badai yang tak terduga dan rumit yang merupakan masa kecil perempuan di layar adalah tantangan yang telah diperjuangkan banyak film, dan Schilinski mengumpulkan tim produksi yang sangat berbakat untuk membuat Sound of Falling terasa intim dan pribadi seperti sebuah buku harian.”** — Shannon Connellan, Editor Senior

MEMBACA  PSSI Targetkan Hasil Terbaik di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia

Cara menonton: Sound of Falling kini streaming di MUBI.

13. Rose of Nevada

Jika kamu menikmati keeksentrikan The Lighthouse (‘apaan tuh?) dan mendambakan perjalanan surealis lainnya yang dilapisi garam, naiklah ke kapal Mark Jenkin yaitu Rose of Nevada. Dalam babak ketiga trilogi Cornwall milik sineas ini (setelah Bait dan Enys Men), waktu menjadi teman yang berubah-ubah bagi para pria di sebuah desa nelayan kecil. Ketika sebuah kapal pukat misterius muncul 30 tahun setelahnya, kaptennya yang berpengalaman dalam laut (Francis Magee) tengah merekrut pelaut yang cakap (baca: nekat). Lebih menghargai stablitas keuangan daripada cerita rakyat, warga lokal Nick dan Liam (George MacKay dan Callum Turner) mendaftar sebagai awak inti Rose of Nevada.

Bukan perjalanan memancing komersial biasa, film ini membawa kru dan penonton pada perjalanan yang aneh dan mengerikan. Namun sangat hipnotis.

Tinggalkan komentar