Minggu, 14 Juni 2026 – 20:30 WIB
Jakarta, VIVA – Draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai menunjukan arah penyelesaian konflik yang udah berlangsung beberapa bulan terakhir. Kedua negara kabarnya bahkan udah mencapai kesepakatan secara lisan buat nghentiin perang dan lanjutin proses menuju perjanjian resmi.
Meski gitu, sampe sekarang kesapakatan final belum berhasil diraih. Beberapa poin penting dalam rancangan perjanjian masih jadi perdebatan antara Washington sama Teheran, terutama soal program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan mekanisme pelonggaran sanksi ekonomi.
Berdasarkan informasi yang beredar dari hasil perundingan yang dimediasi Pakistan dan didukung beberapa negara kawasan, ada empat poin utama yang jadi inti dalam draf kesepakatan damai ini.
- AS Siap Cairin Aset Iran dan Longgarkan Sanksi Minyak
Salah satu poin paling penting adalah komitmen Amerika Serikat buat buka akses ke miliaran dolar aset Iran yang dibekukan selama ini. Selain itu, Washington juga disebut bersedia ngasih pelonggaran sanksi ekspor minyak yang udah bertahun-tahun jadi tekanan besar buat ekonomi Iran. Langkah ini merupakan salah satu konsesi utama dari AS buat dorong perdamaian dan bangun kepercayaan lagi antara kedua negara setelah konflik beberapa bulan terakhir. Tapi sampe sekarang, rincian teknis soal jumlah aset dan mekanisme pelonggaran sanksi masih terus dibahas. - Program Nuklir Iran Masih Jadi Batu Sandungana
Meskipun isu ekonomi mulai nemu titik terang, program nuklir Iran tetap jadi masalah paling rumit. AS pengen program nuklir Iran dibongkar bertahap, dan minta cadangan uranium yang udah diperkaya kadar tinggi dimusnahkan atau dipindahin demi jaminan keamanan. Di sisi lain, Iran nolak tuntutan itu sepenuhnya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, negesin kalo Teheran tetep mau pertahanin uraniumnya, walau dalam bentuk yang udah diencerkan. Perbedaan ini bikin isu nuklir belum masuk tahap final. Kedua pihak setuju buat lanjutin negosiasi soal program nuklir selama 60 hari setelah kesepakatan awal tercapai.